Gelombang Perubahan: Bangun Lautmu, Jayakan Bangsamu
Jum'at, 28 November 2025 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai negara dengan lebih dari 17.504 pulau, kebangkitan maritim Indonesia sangat tergantung pada ketegasan ocean policy yang dimiliki pemerintah. Ocean policy harus menjadi jati diri bangsa, berfokus pada pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Wujudkan visi pemerintahan yang terbuka dan transparan, dengan langkah tegas terhadap korupsi yang sudah lama menjadi kanker dalam sistem pemerintahan. Tanpa tindakan nyata, cita-cita maritim tidak akan pernah tercapai.
Politik kemaritiman yang harus diusung adalah politik yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Kekayaan laut yang melimpah seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk memperkaya diri sendiri, keluarga, atau kelompok tertentu. Ini adalah amanah yang harus dijaga dengan serius. Kesadaran akan pentingnya pengelolaan laut secara adil dan bijaksana akan membentuk karakter masyarakat yang lebih baik, sesuai dengan prinsip Pancasila.
Dalam upaya ini, pemerintah perlu merancang "style of government" yang berpijak pada wawasan maritim. Hal ini mencakup pembentukan komunitas maritim yang besar, yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dalam pemanfaatan sumber daya laut. Dengan membangun jaringan komunitas yang kuat, kita dapat menciptakan kesadaran kolektif yang tak hanya menjadikan laut sebagai sumber kekayaan, tetapi juga sebagai identitas dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia.
Mari kita bergandeng tangan untuk membangun ocean policy yang visioner, solid, adaptive dan berpihak pada rakyat. Kini saatnya untuk mengangkat harga diri bangsa, menciptakan masa depan yang gemilang dengan laut sebagai jantung peradaban kita. Bersama, kita bisa mewujudkan kemakmuran yang sejati untuk seluruh rakyat Indonesia. Bangkitlah, wahai rakyat, dalam gelombang perubahan yang penuh harapan! "Bangun Lautmu, Jayakan Bangsamu" adalah seruan yang harus bergema dari setiap rumah.
Mari kita kembali ke laut, mensyukuri nikmat Allah yang telah menganugerahi negeri ini sebagai negeri yang Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur, tanah penuh berkah dan sumber daya melimpah. Dalam setiap doa, kita kan berjuang, menghancurkan penindas maupun pemimpin serakah yang menjarah kekayaan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Bersama, kita akan menumbuhkan kekuatan dari dalam, menjadi pelopor silent revolution demi keadilan, agar laut kita tidak lagi terabaikan, dan rakyat kembali merasakan kemakmuran yang sejati.
Semoga Tuhan membukakan mata bathin dari hampir 300 juta lebih otak dan otot dari The Sleeping Giant ini, untuk bangkit dan mengulang kembali kejayaan bangsa sebagai bangsa maritim yang besar.
“In the sea we are victorious” satu satunya negara di dunia yang memilki semboyan ini adalah Indonesia, bahkan semboyan China, Amerika, Inggris serta negara Maritim besar lainnyapun tidak memilki semboyan ini, tetapi apakah dilaut kita telah jaya? Silakan dijawab rakyatku dari sabang sampai merauke. Kemana Raja kelana melambai kalau tidak ke pulau kelapa yang amat subur, pulau melati pujaan bangsa bangsa sejak dulu kala, itulah tanah air ku Indonesia… Jalesveva Jayamahe…Semoga.
Politik kemaritiman yang harus diusung adalah politik yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Kekayaan laut yang melimpah seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk memperkaya diri sendiri, keluarga, atau kelompok tertentu. Ini adalah amanah yang harus dijaga dengan serius. Kesadaran akan pentingnya pengelolaan laut secara adil dan bijaksana akan membentuk karakter masyarakat yang lebih baik, sesuai dengan prinsip Pancasila.
Dalam upaya ini, pemerintah perlu merancang "style of government" yang berpijak pada wawasan maritim. Hal ini mencakup pembentukan komunitas maritim yang besar, yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dalam pemanfaatan sumber daya laut. Dengan membangun jaringan komunitas yang kuat, kita dapat menciptakan kesadaran kolektif yang tak hanya menjadikan laut sebagai sumber kekayaan, tetapi juga sebagai identitas dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia.
Mari kita bergandeng tangan untuk membangun ocean policy yang visioner, solid, adaptive dan berpihak pada rakyat. Kini saatnya untuk mengangkat harga diri bangsa, menciptakan masa depan yang gemilang dengan laut sebagai jantung peradaban kita. Bersama, kita bisa mewujudkan kemakmuran yang sejati untuk seluruh rakyat Indonesia. Bangkitlah, wahai rakyat, dalam gelombang perubahan yang penuh harapan! "Bangun Lautmu, Jayakan Bangsamu" adalah seruan yang harus bergema dari setiap rumah.
Mari kita kembali ke laut, mensyukuri nikmat Allah yang telah menganugerahi negeri ini sebagai negeri yang Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur, tanah penuh berkah dan sumber daya melimpah. Dalam setiap doa, kita kan berjuang, menghancurkan penindas maupun pemimpin serakah yang menjarah kekayaan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Bersama, kita akan menumbuhkan kekuatan dari dalam, menjadi pelopor silent revolution demi keadilan, agar laut kita tidak lagi terabaikan, dan rakyat kembali merasakan kemakmuran yang sejati.
Semoga Tuhan membukakan mata bathin dari hampir 300 juta lebih otak dan otot dari The Sleeping Giant ini, untuk bangkit dan mengulang kembali kejayaan bangsa sebagai bangsa maritim yang besar.
“In the sea we are victorious” satu satunya negara di dunia yang memilki semboyan ini adalah Indonesia, bahkan semboyan China, Amerika, Inggris serta negara Maritim besar lainnyapun tidak memilki semboyan ini, tetapi apakah dilaut kita telah jaya? Silakan dijawab rakyatku dari sabang sampai merauke. Kemana Raja kelana melambai kalau tidak ke pulau kelapa yang amat subur, pulau melati pujaan bangsa bangsa sejak dulu kala, itulah tanah air ku Indonesia… Jalesveva Jayamahe…Semoga.
(cip)
Lihat Juga :