Gelar Mukernas ke-2, Asphirasi Soroti Kebijakan Umrah Mandiri
Selasa, 25 November 2025 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
Melalui Mukernas II, Asphirasi menegaskan diri sebagai asosiasi yang responsif terhadap perkembangan industri umrah dan haji, terutama di tengah perubahan regulasi internasional, digitalisasi, dan persaingan berbasis teknologi.
“Konsolidasi anggota, penguatan fondasi organisasi, inovasi program, hingga peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama tahun 2026,” katanya.
Dalam sesi pleno, sejumlah program unggulan untuk tahun 2026 ditetapkan. Pertama, penambahan anggota berkualitas dengan target penambahan 100 PIHK baru dan target penambahan 200 PPIU baru. Namun fokus bukan sekadar jumlah, melainkan peningkatan kualitas layanan.
Kedua, peluncuran Program Haji Mujamalah Asphirasi. Program ini akan diumumkan secara resmi dan disiapkan bagi anggota yang berkualifikasi.
Ketiga, umrah bersama / umrah akbar tahunan. Target tiga pesawat dari Makassar, Surabaya, dan Jakarta. Dan keempat, penguatan SDM dan Digitalisasi Travel. Berbagai pelatihan digital marketing, manajemen keuangan, pelatihan tour leader, pelatihan pembimbing haji dan umrah, dan transformasi bisnis di era AI.
Dengan hadirnya ratusan peserta, puluhan sesi pembahasan, serta antusiasme tinggi dari para pelaku usaha travel, Mukernas II menjadi tonggak penting menuju layanan umrah Indonesia yang semakin modern, profesional, dan terpercaya.
Acara juga dihadiri Plt Dirjen Pengawasan Kementerian Haji, Harun Ar-Rasyid, yang menekankan pentingnya kepatuhan regulasi, tata kelola yang baik, serta kolaborasi erat antara penyelenggara travel dan otoritas haji Arab Saudi.
“Konsolidasi anggota, penguatan fondasi organisasi, inovasi program, hingga peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama tahun 2026,” katanya.
Dalam sesi pleno, sejumlah program unggulan untuk tahun 2026 ditetapkan. Pertama, penambahan anggota berkualitas dengan target penambahan 100 PIHK baru dan target penambahan 200 PPIU baru. Namun fokus bukan sekadar jumlah, melainkan peningkatan kualitas layanan.
Kedua, peluncuran Program Haji Mujamalah Asphirasi. Program ini akan diumumkan secara resmi dan disiapkan bagi anggota yang berkualifikasi.
Ketiga, umrah bersama / umrah akbar tahunan. Target tiga pesawat dari Makassar, Surabaya, dan Jakarta. Dan keempat, penguatan SDM dan Digitalisasi Travel. Berbagai pelatihan digital marketing, manajemen keuangan, pelatihan tour leader, pelatihan pembimbing haji dan umrah, dan transformasi bisnis di era AI.
Dengan hadirnya ratusan peserta, puluhan sesi pembahasan, serta antusiasme tinggi dari para pelaku usaha travel, Mukernas II menjadi tonggak penting menuju layanan umrah Indonesia yang semakin modern, profesional, dan terpercaya.
Acara juga dihadiri Plt Dirjen Pengawasan Kementerian Haji, Harun Ar-Rasyid, yang menekankan pentingnya kepatuhan regulasi, tata kelola yang baik, serta kolaborasi erat antara penyelenggara travel dan otoritas haji Arab Saudi.
(cip)
Lihat Juga :