Gelar Mukernas ke-2, Asphirasi Soroti Kebijakan Umrah Mandiri
Selasa, 25 November 2025 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
“Kita harus berani berubah, kita harus mengikuti modernisasi saat ini. Ketika memang teman-teman yang semua umrah mandiri kita punya legalitasnya, kita tawarkan saja apa yang mereka mau. Jadi sebenarnya kita sudah punya modal untuk itu, jadi teman-teman cuma tinggal kita beri panduan untuk lebih mengubah cara strategi marketingnya," ujarnya.
Retno juga menjelaskan perbedaan sistem Haji Khusus tahun ini. Dengan skema B-to-B-to-C, PIHK kini mendapatkan porsi lebih besar dalam pengelolaan jemaah, meskipun tetap wajib melapor ke Masyariq (muassasah).
Retno mengatakan, Asphirasi yang menampung 2.043 jemaah dalam satu user juga mendapatkan Maktab 111, salah satu maktab terdekat dan berstatus VIP. Terkait haji non-kuota atau Mujamalah, Retno menyebut hingga saat ini belum ada informasi final dari otoritas Saudi.
“Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya jalur Mujamalah tetap ada, meski jumlahnya terbatas dan keluarnya tidak dapat dipastikan,” ungkapnya.
Waketum Bidang Organisasi Nur Hayat, menyatakan meski pihaknya menargetkan penambahan anggota hingga mencapai 500 orang pada tahun ketiga, namun yang tak kalah penting adalah peningkatan kualitas. “Hari ini kita sudah memulai sesuatu yang baru dengan memberikan talkshow-talkshow terkait transformasi digital,” ujarnya.
Terkait dengan langkah menghadapi umrah mandiri, dia menambahkan, pihaknya tentu tidak ingin anggotanya terjebak perang harga. “Kita harus memunculkan sesuatu yang berbeda sehingga masyarakat tetap memilih travel sebagai perjalanan umrah dan traveling lainnya. Nah itu sementara dari kita," katanya.
Ketua Harian Asphirasi Muhammad Fadli Abdurahman, menyampaikan informasi terbaru Arab Saudi telah mencabut layanan visa umrah B2C, sehingga jemaah tidak lagi bisa membuat visa langsung melalui Nusuk, dan wajib melalui provider resmi yang bekerja sama dengan syarikah dan muassasah.
“Dengan update ini, seluruh jemaah harus melalui PPIU resmi. Informasi seperti ini yang terus kami perbarui agar anggota tidak tertinggal,” ujarnya.
Ketua Umum Asphirasi Amaludin Wahab menegaskan komitmen asosiasi dalam menjaga profesionalisme, integritas, serta kualitas layanan penyelenggaraan umrah di seluruh Indonesia.
Retno juga menjelaskan perbedaan sistem Haji Khusus tahun ini. Dengan skema B-to-B-to-C, PIHK kini mendapatkan porsi lebih besar dalam pengelolaan jemaah, meskipun tetap wajib melapor ke Masyariq (muassasah).
Retno mengatakan, Asphirasi yang menampung 2.043 jemaah dalam satu user juga mendapatkan Maktab 111, salah satu maktab terdekat dan berstatus VIP. Terkait haji non-kuota atau Mujamalah, Retno menyebut hingga saat ini belum ada informasi final dari otoritas Saudi.
“Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya jalur Mujamalah tetap ada, meski jumlahnya terbatas dan keluarnya tidak dapat dipastikan,” ungkapnya.
Waketum Bidang Organisasi Nur Hayat, menyatakan meski pihaknya menargetkan penambahan anggota hingga mencapai 500 orang pada tahun ketiga, namun yang tak kalah penting adalah peningkatan kualitas. “Hari ini kita sudah memulai sesuatu yang baru dengan memberikan talkshow-talkshow terkait transformasi digital,” ujarnya.
Terkait dengan langkah menghadapi umrah mandiri, dia menambahkan, pihaknya tentu tidak ingin anggotanya terjebak perang harga. “Kita harus memunculkan sesuatu yang berbeda sehingga masyarakat tetap memilih travel sebagai perjalanan umrah dan traveling lainnya. Nah itu sementara dari kita," katanya.
Ketua Harian Asphirasi Muhammad Fadli Abdurahman, menyampaikan informasi terbaru Arab Saudi telah mencabut layanan visa umrah B2C, sehingga jemaah tidak lagi bisa membuat visa langsung melalui Nusuk, dan wajib melalui provider resmi yang bekerja sama dengan syarikah dan muassasah.
“Dengan update ini, seluruh jemaah harus melalui PPIU resmi. Informasi seperti ini yang terus kami perbarui agar anggota tidak tertinggal,” ujarnya.
Ketua Umum Asphirasi Amaludin Wahab menegaskan komitmen asosiasi dalam menjaga profesionalisme, integritas, serta kualitas layanan penyelenggaraan umrah di seluruh Indonesia.
Lihat Juga :