KTT Dunia 2025 Momentum Menata Ekosistem Sel Punca Global
Kamis, 20 November 2025 - 19:32 WIB
loading...
A
A
A
KTT 2025 juga menetapkan bahwa World Consensus of Stem Cell 2026 akan digelar di Inggris pada Oktober 2026.
Acara ini dihadiri para pembicara dan ilmuwan dari berbagai negara, termasuk Belanda, Swiss, Jerman, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, India, Dubai, Italia, dan Polandia. Pada sesi penutupan, Deby didampingi Wakil Presiden WOCS Miguel Del Campo menyerahkan sertifikat internasional kepada para peserta KTT.
Usai rangkaian acara di Amsterdam, Deby bertolak menuju Paris untuk mengikuti rapat World Anti-Aging Accreditation Board. Deby juga terus mendapat dukungan dari Honorary Advisor WOCS Dr (HC) Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, serta tokoh-tokoh dunia lainnya.
Kepemimpinannya di KTT mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif dalam diplomasi ilmiah dan pengembangan standar terapi kedokteran regeneratif. KTT Dunia 2025 diharapkan menjadi platform strategis dalam membangun ekosistem global yang aman, terstandarisasi, dan kolaboratif guna meningkatkan kualitas hidup manusia melalui inovasi ilmiah yang bertanggung jawab.
Acara ini dihadiri para pembicara dan ilmuwan dari berbagai negara, termasuk Belanda, Swiss, Jerman, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, India, Dubai, Italia, dan Polandia. Pada sesi penutupan, Deby didampingi Wakil Presiden WOCS Miguel Del Campo menyerahkan sertifikat internasional kepada para peserta KTT.
Usai rangkaian acara di Amsterdam, Deby bertolak menuju Paris untuk mengikuti rapat World Anti-Aging Accreditation Board. Deby juga terus mendapat dukungan dari Honorary Advisor WOCS Dr (HC) Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, serta tokoh-tokoh dunia lainnya.
Kepemimpinannya di KTT mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif dalam diplomasi ilmiah dan pengembangan standar terapi kedokteran regeneratif. KTT Dunia 2025 diharapkan menjadi platform strategis dalam membangun ekosistem global yang aman, terstandarisasi, dan kolaboratif guna meningkatkan kualitas hidup manusia melalui inovasi ilmiah yang bertanggung jawab.
(jon)
Lihat Juga :