KTT Dunia 2025 Momentum Menata Ekosistem Sel Punca Global
Kamis, 20 November 2025 - 19:32 WIB
loading...
Prof Deby Vinski, ilmuwan pakar sel punca asal Indonesia yang menjabat Presiden World Council of Stem Cell (WOCS), Geneva–Swiss, dan Presiden WOCPM, Paris, resmi memimpin World Stem Cell Summit 2025 di Amsterdam, Belanda. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Prof Deby Vinski, ilmuwan pakar sel punca asal Indonesia yang menjabat Presiden World Council of Stem Cell (WOCS), Geneva–Swiss, dan Presiden World Organization of Clinical Preventive Medicine (WOCPM), Paris, resmi memimpin World Stem Cell Summit 2025 di Amsterdam, Belanda. Penunjukan ini menjadi bentuk kepercayaan internasional terhadap dedikasi dan kontribusi Deby dalam pengembangan ilmu kedokteran regeneratif.
Terpilihnya Deby memimpin KTT Dunia menandai kehormatan besar bagi Indonesia sekaligus menegaskan posisi bangsa dalam ekosistem ilmu kedokteran global. Dikenal sebagai Queen of Stem Cell and Anti-Aging, Deby juga merupakan pendiri Celltech Stem Cell Centre yang berlokasi di Vinski Tower, Jakarta.
Perjuangannya meneliti demi membantu penyembuhan ayahnya menjadi inspirasi bahwa bakti kepada orang tua dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi umat manusia.
“Kami berharap melalui KTT ini para pakar dan profesional industri berkumpul, berkolaborasi, menyusun ekosistem dunia yang tertata serta mengeksplorasi arah baru dalam bidang sel punca dan pengobatan regeneratif,” ujar Deby, Kamis (20/11/2025).
KTT ini menghadirkan pembahasan ilmiah dari para ahli global dengan fokus pada agenda strategis teknologi sel punca dan pengobatan regeneratif rekayasa jaringan dan organ berupa:
- Terapi Stem Cell untuk Kanker
- Terapi Gen Terkini
- Terapi Non-Stem Cell
- Eksosom dan Sekretom
- Teknologi Biomaterial
- Regeneratif Anti-Aging Medicine berbasis Mitokondria
Dalam forum ini, Deby turut mendeklarasikan kerja sama antara WOCS, American Physician of Stem Cell, dan sejumlah universitas internasional.
Salah satu hasil pentingnya adalah diluncurkannya program Master of Stem Cell yang dirancang sebagai kurikulum global untuk memperkuat kompetensi ilmiah dan klinis di bidang kedokteran regeneratif.
KTT 2025 juga menetapkan bahwa World Consensus of Stem Cell 2026 akan digelar di Inggris pada Oktober 2026.
Acara ini dihadiri para pembicara dan ilmuwan dari berbagai negara, termasuk Belanda, Swiss, Jerman, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, India, Dubai, Italia, dan Polandia. Pada sesi penutupan, Deby didampingi Wakil Presiden WOCS Miguel Del Campo menyerahkan sertifikat internasional kepada para peserta KTT.
Usai rangkaian acara di Amsterdam, Deby bertolak menuju Paris untuk mengikuti rapat World Anti-Aging Accreditation Board. Deby juga terus mendapat dukungan dari Honorary Advisor WOCS Dr (HC) Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, serta tokoh-tokoh dunia lainnya.
Kepemimpinannya di KTT mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif dalam diplomasi ilmiah dan pengembangan standar terapi kedokteran regeneratif. KTT Dunia 2025 diharapkan menjadi platform strategis dalam membangun ekosistem global yang aman, terstandarisasi, dan kolaboratif guna meningkatkan kualitas hidup manusia melalui inovasi ilmiah yang bertanggung jawab.
Terpilihnya Deby memimpin KTT Dunia menandai kehormatan besar bagi Indonesia sekaligus menegaskan posisi bangsa dalam ekosistem ilmu kedokteran global. Dikenal sebagai Queen of Stem Cell and Anti-Aging, Deby juga merupakan pendiri Celltech Stem Cell Centre yang berlokasi di Vinski Tower, Jakarta.
Perjuangannya meneliti demi membantu penyembuhan ayahnya menjadi inspirasi bahwa bakti kepada orang tua dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi umat manusia.
“Kami berharap melalui KTT ini para pakar dan profesional industri berkumpul, berkolaborasi, menyusun ekosistem dunia yang tertata serta mengeksplorasi arah baru dalam bidang sel punca dan pengobatan regeneratif,” ujar Deby, Kamis (20/11/2025).
KTT ini menghadirkan pembahasan ilmiah dari para ahli global dengan fokus pada agenda strategis teknologi sel punca dan pengobatan regeneratif rekayasa jaringan dan organ berupa:
- Terapi Stem Cell untuk Kanker
- Terapi Gen Terkini
- Terapi Non-Stem Cell
- Eksosom dan Sekretom
- Teknologi Biomaterial
- Regeneratif Anti-Aging Medicine berbasis Mitokondria
Dalam forum ini, Deby turut mendeklarasikan kerja sama antara WOCS, American Physician of Stem Cell, dan sejumlah universitas internasional.
Salah satu hasil pentingnya adalah diluncurkannya program Master of Stem Cell yang dirancang sebagai kurikulum global untuk memperkuat kompetensi ilmiah dan klinis di bidang kedokteran regeneratif.
KTT 2025 juga menetapkan bahwa World Consensus of Stem Cell 2026 akan digelar di Inggris pada Oktober 2026.
Acara ini dihadiri para pembicara dan ilmuwan dari berbagai negara, termasuk Belanda, Swiss, Jerman, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, India, Dubai, Italia, dan Polandia. Pada sesi penutupan, Deby didampingi Wakil Presiden WOCS Miguel Del Campo menyerahkan sertifikat internasional kepada para peserta KTT.
Usai rangkaian acara di Amsterdam, Deby bertolak menuju Paris untuk mengikuti rapat World Anti-Aging Accreditation Board. Deby juga terus mendapat dukungan dari Honorary Advisor WOCS Dr (HC) Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, serta tokoh-tokoh dunia lainnya.
Kepemimpinannya di KTT mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif dalam diplomasi ilmiah dan pengembangan standar terapi kedokteran regeneratif. KTT Dunia 2025 diharapkan menjadi platform strategis dalam membangun ekosistem global yang aman, terstandarisasi, dan kolaboratif guna meningkatkan kualitas hidup manusia melalui inovasi ilmiah yang bertanggung jawab.
(jon)
Lihat Juga :