Sandiaga Uno dan Kemanusiaan

Senin, 04 Mei 2020 - 13:50 WIB
loading...
Sandiaga Uno dan Kemanusiaan
Anggota Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19, Dimas Akbar bersama Sandiaga Uno. Foto/Dok. Pribadi
A A A
Dimas Akbar
Ketua Umum RuangSandi
Anggota Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19

BELAKANGAN ini berkembang opini negatif yang dilayangkan kepada Sandiaga Uno berkenaan dengan posisinya sebagai koordinator nasional/ketua umum Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid 19. Sebetulnya bukan tipikal Sandiaga Uno mengomentari opini negatif yang dilontarkan kepada dirinya. Sepanjang yang saya kenal, beliau memilih bekerja atau minimal memberi masukan strategis ketimbang menanggapi opini negatif terhadap dirinya.

Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid19, selanjutnya kita sebut saja RIB LC19, di deklarasikan pada tanggal 22 April 2020 di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat. Tempat yang mana sejak pandemi covid-19 dijadikan Rumah Sakit khusus Covid-19 oleh pemerintah.

Deklarasi berlangsung di halaman parkir Wisma Atlet dengan mematuhi protokol ketat, seperti cek suhu tubuh, wastafel cuci tangan, bilik disinfektan, kewajiban penggunaan masker, hingga physical and social distancing. Deklarasi dihadiri Kepala BIN Budi Gunawan, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, serta perwakilan tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan dan para relawan dari berbagai elemen komunitas.

Kemudian berkembang opini negatif bahwa Sandiaga Uno menjadi “kaki tangan pemerintah” akibat memimpin gerakan ini. Juga dikatakan Sandiaga Uno menjadi “kawan pemerintah” hanya karena mendistribusikan bantuan kepada masyarakat bersama beberapa nama yang dikenal sebagai pendukung pemerintah.

Saya sendiri sebagai yang ikut hadir pada deklarasi 22 April 2020 dan aktif di media sosial mendapat cukup banyak mention negatif tentang hal ini. Makanya saya akan coba jawab mengenai posisi Sandiaga Uno sebagai ketua umum gerakan ini dan partisipasi kami didalam gerakan ini.

Gerakan ini adalah gerakan yang berangkat dari misi kemanusiaan di tengah pandemi Covid-19 yang memiliki dampak luas ke berbagai sektor kehidupan. Mulai dari kesehatan, perekonomian makro maupun mikro, psikis masyarakat, sosial kemasyarakatan, hingga nyawa manusia. Terus terang saya heran jika gerakan ini masih ditarik ke politik praktis kubu-kubuan.

Para tenaga medis yang terdiri dari dokter, bidan, perawat tidak pernah memakai kacamata politik praktis ketika menolong pasien. Dunia akan sangat kacau jika tenaga medis terlebih dahulu melihat preferensi politik si pasien sebelum mengambil tindakan.

Begitupun dengan Sandiaga Uno dan kami yang tergabung di RIB LC19. Sandiaga Uno adalah sosok yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Bisa saja dia memilih diam dirumah sambil menikmati kehidupannya sebagai kaum yang telah mapan ekonomi.

Tapi Sandiaga Uno tidak mengambil opsi tersebut. Ia memilih terlibat aktif membantu masyarakat sekalipun posisinya di luar pemerintahan.

Sandiaga Uno memulai partisipasi aktifnya dengan berkoordinasi ke BNPB, lalu BNPB meminta beliau untuk mengkoordinir gerakan RIB LC19 dengan merangkul simpul-simpul relawan yang sudah ada. Kenapa harus melalui simpul-simpul relawan? Karena cara inilah yang paling efektif untuk melibatkan partisipasi orang dalam jumlah banyak, hanya dengan mengontak koordinatornya maka para relawan segera merespons.

Kegiatan RIB LC19 utamanya mengisi titik-titik yang tidak tersentuh atau terlewatkan oleh pemerintah khususnya di bidang medis dan bantuan soial. Di bidang medis telah berjalan rapid test massal pada tanggal 22-28 April 2020 di Wisma Atlet Kemayoran, kemudian menjadi mobile rapid test di sejumlah wilayah dan ke depannya akan diupayakan mobile swab/PCR test.

Juga ada pembagian APD yang di distribusikan ke rumah sakit melalui simpul-simpul relawan yang tergabung di RIB LC19. Sedangkan di bidang bantuan sosial, RIB LC19 bergerak mendistribusikan sembako, hand sanitizer, dan masker kain langsung kepada masyarakat melalui simpul-simpul relawan.

Sehingga jelas pelibatan simpul-simpul relawan di RIB LC19 untuk mempermudah dan mempercepat distribusi bantuan ke masyarakat maupun rumah sakit. Bukan melibatkan simpul relawan menjadi satu wadah besar yang bertujuan ke ranah politik.

Inilah wujud komitmen Sandiaga Uno dan kemanusiaan. Begitupun kami yang tergabung di dalam RIB LC19 di bawah kepemimpinan beliau. Perihal manajemen penanganan pemerintah terhadap pandemi Covid-19 akan selalu kita kritisi, tetapi perihal percepatan bantuan kepada masyarakat dan tenaga medis, maka tidak ada ruang bagi perbedaan dan dikotomi pilihan politik.

Sekali lagi, Sandiaga Uno bisa saja memilih diam dirumah selama masa pandemi, tapi ia memilih jalan yang terjal. Yaitu terlibat aktif memimpin Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid19. Urusan politik masih jauh, tapi ancaman terhadap nyawa manusia, gejolak sosial, dan krisis ekonomi sudah didepan mata. Semoga pilihan terjal yang diambil Sandiaga Uno dapat menginspirasi, memberi hidayah, dan menggugah anda para penikmat dikotomi politik.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Sandination Academy...
Sandination Academy dan YIS Dampingi 50 Brand dalam Offline Mentoring Rocket Incubation 2026
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved