Bansos Butuh Reformasi Data yang Berani dan Sistemik

Minggu, 16 November 2025 - 14:40 WIB
loading...
Bansos Butuh Reformasi...
Mubasyier Fatah. Foto: Istimewa
A A A
Mubasyier Fatah

Bendahara Umum Pimpinan Pusat Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), Entrepreneur Bidang Teknologi Informasi dan Praktisi Keamanan Siber

Pemerintah Indonesia tengah melakukan upaya besar untuk memperkuat perlindungan sosial. Dalam APBN 2024, pemerintah mengalokasikan Rp493,5 triliun untuk fungsi perlindungan sosial—salah satu porsi terbesar dalam struktur belanja negara (Kemenkeu, 2024).

Alokasi ini melanjutkan tren peningkatan signifikan sejak pandemi, ketika perlindungan sosial diperkuat untuk menjaga daya beli masyarakat rentan. Selain itu, pemutakhiran data bansos di tingkat nasional terus dilakukan.

Kemensos bersama BPS melaporkan bahwa 18,7 juta keluarga penerima manfaat (KPM) telah diverifikasi ulang dalam proses validasi terbaru, dan 16,8 juta di antaranya telah melalui verifikasi final (Kemensos–BPS, 2024).

Upaya integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal serta digitalisasi sebagian skema penyaluran juga menunjukkan langkah modernisasi yang perlu diapresiasi.

Meski demikian, kualitas data masih menjadi persoalan mendasar. Hasil verifikasi ulang Kemensos menunjukkan masih adanya penerima yang perlu diperbaiki datanya, mulai dari identitas yang tidak valid hingga penerima ganda, sementara BPS mencatat adanya daerah yang belum optimal memperbarui data kemiskinan dan kesejahteraan.

Kondisi ini memperlihatkan keberadaan inclusion error—mereka yang tidak layak namun tercatat sebagai penerima—serta exclusion error, yakni keluarga miskin yang belum masuk daftar.

Ketidak-seimbangan ini membuat akurasi data menjadi tantangan utama. Tanpa mekanisme koreksi yang lebih terbuka dan sistem verifikasi yang merata, program bansos tetap rentan terhadap salah sasaran, politisasi, dan risiko penyalahgunaan.

Kemauan Politik yang Menggerakkan Sistem


Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk memperbaiki tata kelola bantuan sosial. Integrasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan data kependudukan Dukcapil memperkuat proses verifikasi identitas penerima. Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal juga membuka ruang untuk mengurangi potensi duplikasi penerima bantuan.

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil melalui portal InfoPublik menegaskan bahwa Identitas Kependudukan Digital (IKD) memungkinkan warga menggunakan login tunggal untuk mengakses berbagai layanan publik, termasuk bansos. Dukcapil juga melaporkan bahwa lebih dari 200 juta penduduk Indonesia telah melakukan perekaman biometrik KTP-el.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
49 Pendamping PKH Diberhentikan...
49 Pendamping PKH Diberhentikan Akibat Pelanggaran Penyaluran Bansos
Selewengkan Bansos,...
Selewengkan Bansos, 49 Pendamping PKH Dipecat dan 500 Oknum Disanksi
Beredar Kabar Bansos...
Beredar Kabar Bansos Dipotong, Mensos: Itu Hoaks dan Menyesatkan
Selly PDIP: Benahi Data...
Selly PDIP: Benahi Data Penerima Bansos agar Tak Jadi Bancakan Pihak Tertentu
Soroti Penyaluran Bansos...
Soroti Penyaluran Bansos di Tengah Inflasi, Selly Gantina: Perkuat Fungsi Kemensos
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Pelajar Samarinda Meninggal...
Pelajar Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Mensos Singgung Bansos Tak Tepat Sasaran
Belanja Pemerintah per...
Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?
Rekomendasi
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved