Adakah Masa Depan Kemerdekaan untuk Palestina?

Sabtu, 27 September 2025 - 09:17 WIB
loading...
Adakah Masa Depan Kemerdekaan...
Ridwan al-Makassary, Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII. Foto/istimewa
A A A
Ridwan al-Makassary

Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII

PADA pekan terakhir September 2025, sidang tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 digelar di kota New York, Amerika Serikat. Namun, masa depan Palestina masih berkabut misteri. Hingga kini, probema Palestina tidak saja menjadi catatan kaki sejarah yang ditumpahi air mata dan darah, melainkan juga cermin kegagalan komunitas internasional untuk menegakkan “benang basah” keadilan.

Sudah lebih dari tujuh dekade sejak Nakba (prosekusi dan pengungsian massal Palestina pada 1948) terjadi, satu pertanyaan yang belum terjawab: apakah Palestina memiliki masa depan kebebasan menentukan diri sendiri (self-determination) atau ia akan terus terperangkap dalam labirin penjajahan dan kekerasan.

Terhadap latar belakang di atas, tulisan ini akan menelisik hal-hal berikut. Bagaimana masa depan Palestina? Bagaimana pandangan umum negara-negara pada Majelis Umum PBB tahun 2025? Apa pilihan-pilihan yang tersedia bagi Palestina?

Asumsi umum yang acap terdengar adalah Majelis Umum tahunan hanyalah sebagai panggung teater retorika. Namun, pada sidang Majelis terakhir berbeda. Beberapa tahun belakangan ini, sejatinya, dunia menyaksikan keterbelahan yang dalam atas penyelesaian Palestina.

Dengan ujaran lain, panggung sidang Majelis tesebut telah menjadi medan pertempuran penting dalam menentukan masa depan Palestina—kedaulatan, legitimasi, dan jalan menuju perdamaian. Salah satu perkembangan penting pada sidang Majelis tersebut adalah gelombang pengakuan baru atas negara Palestina oleh negara-negara yang telah lama menunda langkah itu.

Misalnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggunakan pidato PBB-nya secara resmi guna mengumumkan pengakuan Palestina sambil menempatkan syarat pada pemerintahan, gencatan senjata, dan pembebasan sandera. Beberapa negara seperti Inggris, Kanada, Australia, Belgia, Luksemburg, Malta, Portugal, untuk menyebut beberapa, mendukung hak Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Pasar Distrust?
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Kemenhut-ITTO Perkuat...
Kemenhut-ITTO Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari dan Industri Kayu Tropis
Pengamat Timur Tengah:...
Pengamat Timur Tengah: Trump Incar Selat Hormuz sebagai Center Gravity Iran
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Rekomendasi
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
DBL Gandeng Partner...
DBL Gandeng Partner Anyar untuk Dorong Pengembangan Talenta Muda Indonesia
Berita Terkini
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved