Peran Jerry Sambuaga dalam Memperkuat Kiprah Anak Muda di Dunia Politik
Jum'at, 14 November 2025 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Dari Akademisi ke Aktivis Politik Muda
Jerry bukan sekadar berbicara, tapi juga memberikan contoh nyata. Latar belakangnya sebagai akademisi menjadikannya figur muda yang rasional dan berbasis data dalam mengambil keputusan.
Sebelum aktif di pemerintahan dan organisasi kepemudaan, ia sudah dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan forum internasional yang melibatkan kaum muda. Perjalanan kariernya membuktikan bahwa politik bisa dijalani dengan pendekatan ilmiah, strategis, dan terbuka terhadap perubahan.
Dengan pemikiran yang matang dan komunikasi yang efektif, Jerry Sambuaga sering menjadi jembatan antara generasi senior dan generasi muda dalam dunia politik.
Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak Muda
Bagi Jerry Sambuaga, memperkuat kiprah anak muda di dunia politik bukan hanya tentang memberi ruang, tapi juga menumbuhkan kepercayaan diri. Ia memahami bahwa banyak anak muda merasa tidak cukup berpengalaman untuk terlibat dalam politik. Karena itu, ia mendorong agar setiap organisasi kepemudaan menjadi tempat pembinaan yang berkelanjutan.
Sebagai Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Jerry Sambuaga menekankan pentingnya pembinaan kader muda yang terdidik, berintegritas, dan siap berkompetisi secara sehat. Program-program di bawah kepemimpinannya banyak difokuskan pada peningkatan kapasitas, kepemimpinan, dan literasi digital bagi anak muda.
Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki akses informasi dan teknologi yang luar biasa, sehingga potensi mereka untuk menjadi pemimpin masa depan sangat besar. Yang dibutuhkan hanyalah arahan dan kesempatan untuk berkembang.
Politik Kolaboratif, Bukan Konfrontatif
Salah satu hal yang membedakan Jerry Sambuaga dari banyak tokoh politik lainnya adalah pendekatannya yang kolaboratif. Ia percaya bahwa kemajuan bangsa hanya bisa dicapai jika semua pihak — tua dan muda, pemerintah dan masyarakat — mau bekerja sama.
Dalam banyak kesempatan, menolak gaya politik yang konfrontatif dan retoris. Ia lebih memilih politik kolaborasi, di mana gagasan dan kerja nyata menjadi dasar utama. Pendekatan ini terbukti efektif menarik perhatian anak muda, karena sejalan dengan nilai-nilai generasi sekarang yang lebih terbuka dan solutif.
Lihat Juga :