Forum Edupsy Series 1.0, Sudirman Said: Pemimpin Indonesia Harus juga Pendidik
Selasa, 11 November 2025 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
Sudirman juga menyinggung perlunya para pendidik dan pejabat publik menanamkan nilai-nilai kepemimpinan intrinsik. Maksudnya adalah kepemimpinan yang melampaui otoritas formal dan bersandar pada integritas, kejujuran, serta tanggung jawab.
Dia mencontohkan Jenderal Soedirman yang pada usia 29 tahun diangkat menjadi panglima tertinggi karena keteladanannya, padahal berlatar guru sekolah Muhammadiyah. “Kekuatan sejati seorang pemimpin terletak pada kepribadian dan komitmennya, bukan pada pangkatnya,” ujarnya.
Sudirman mengatakan, perguruan tinggi ini tengah membangun ekosistem pembelajaran keterampilan teknis (hard skills) yang antara lain melalui teaching factory maupun penguatan keterampilan nonteknis (soft skills). Tak ketinggalan, pemanfaatan teknologi pembelajaran jarak jauh untuk memperluas akses pendidikan.
Bagi dia, universitas itu bukan sekadar pencetak tenaga kerja, tapi pencetak pemimpin yang punya daya juang, empati, dan tanggung jawab sosial.
Terakhir, Sudirman menegaskan suatu panggilan moral. Kepemimpinan adalah proses mendidik dan pendidikan adalah seni memimpin. Dalam dunia yang kian kompetitif dan serbacepat, bangsa ini butuh lebih banyak pemimpin yang berkarakter guru yakni sabar, reflektif, dan percaya bahwa perubahan sejati ditempuh melalui proses panjang menumbuhkan manusia, bukan menundukkan manusia.
Dia mencontohkan Jenderal Soedirman yang pada usia 29 tahun diangkat menjadi panglima tertinggi karena keteladanannya, padahal berlatar guru sekolah Muhammadiyah. “Kekuatan sejati seorang pemimpin terletak pada kepribadian dan komitmennya, bukan pada pangkatnya,” ujarnya.
Sudirman mengatakan, perguruan tinggi ini tengah membangun ekosistem pembelajaran keterampilan teknis (hard skills) yang antara lain melalui teaching factory maupun penguatan keterampilan nonteknis (soft skills). Tak ketinggalan, pemanfaatan teknologi pembelajaran jarak jauh untuk memperluas akses pendidikan.
Bagi dia, universitas itu bukan sekadar pencetak tenaga kerja, tapi pencetak pemimpin yang punya daya juang, empati, dan tanggung jawab sosial.
Terakhir, Sudirman menegaskan suatu panggilan moral. Kepemimpinan adalah proses mendidik dan pendidikan adalah seni memimpin. Dalam dunia yang kian kompetitif dan serbacepat, bangsa ini butuh lebih banyak pemimpin yang berkarakter guru yakni sabar, reflektif, dan percaya bahwa perubahan sejati ditempuh melalui proses panjang menumbuhkan manusia, bukan menundukkan manusia.
(jon)
Lihat Juga :