Sudirman Said dan Forum Lintas Generasi Temui Kardinal Suharyo serta KWI
Kamis, 16 April 2026 - 09:54 WIB
loading...
Sudirman Said bersama delegasi lintas-generasi, sektor, dan profesi menemui pimpinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Sudirman Said bersama delegasi lintas-generasi, sektor, dan profesi menemui pimpinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Pertemuan ini sebagai ikhtiar mengorganisasi harapan gerakan perubahan yang berfondasikan ketuhanan atau moralitas.
Rombongan diterima langsung Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Ketua KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin, beserta jajarannya.
Baca juga: Peringati Hari Paskah, Uskup Agung Suharyo Ingatkan Bahaya Keserakahan
Sudirman Said menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk berdiskusi sekaligus mengasah nurani dengan para tokoh sandaran moral. “Kami datang menemui para tokoh moral dengan niat untuk terus mengasah nurani. Kami pun ingin mendengar pandangan dan nasihat yang tidak saja didasari keluasan ilmu, tapi juga napas spiritualitas yakni kebijaksanaan dan kedalaman suara ilahiah," ujar Sudirman dikutip Kamis (16/4/2026).
Menurut dia, solusi yang harus dicari dari persoalan kebangsaan dewasa ini adalah solusi “beyond politics”, yakni politik sebagai jalan kemanusiaan dan kebangsaan, bukan politic as usual apalagi jalan brutal berebut kekuasaan.
Aktivis lainnya Yanuar Nugroho menekankan peran otoritas moral sebagai penuntun nurani ketika batas antara benar dan menguntungkan kian kabur dalam ruang publik. "Krisis sosial tak terlepas dari krisis moral. Ketidakadilan struktural terjadi karena kegagalan dalam pilihan etis," ucapnya.
Rombongan diterima langsung Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Ketua KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin, beserta jajarannya.
Baca juga: Peringati Hari Paskah, Uskup Agung Suharyo Ingatkan Bahaya Keserakahan
Sudirman Said menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk berdiskusi sekaligus mengasah nurani dengan para tokoh sandaran moral. “Kami datang menemui para tokoh moral dengan niat untuk terus mengasah nurani. Kami pun ingin mendengar pandangan dan nasihat yang tidak saja didasari keluasan ilmu, tapi juga napas spiritualitas yakni kebijaksanaan dan kedalaman suara ilahiah," ujar Sudirman dikutip Kamis (16/4/2026).
Menurut dia, solusi yang harus dicari dari persoalan kebangsaan dewasa ini adalah solusi “beyond politics”, yakni politik sebagai jalan kemanusiaan dan kebangsaan, bukan politic as usual apalagi jalan brutal berebut kekuasaan.
Aktivis lainnya Yanuar Nugroho menekankan peran otoritas moral sebagai penuntun nurani ketika batas antara benar dan menguntungkan kian kabur dalam ruang publik. "Krisis sosial tak terlepas dari krisis moral. Ketidakadilan struktural terjadi karena kegagalan dalam pilihan etis," ucapnya.
Lihat Juga :