Forum Edupsy Series 1.0, Sudirman Said: Pemimpin Indonesia Harus juga Pendidik
Selasa, 11 November 2025 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
Sudirman menyinggung para pendiri bangsa yang sebagian besar berawal sebagai guru. "Coba cermati, Ki Hajar Dewantara, pendiri Taman Siswa, gencar memperjuangkan kemerdekaan berpikir. KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari mengajarkan nilai-nilai keislaman melalui pendidikan. Tan Malaka, RA Kartini, RA Kardinah, Bung Hatta, hingga Jenderal Soedirman, semua pernah mengajar, menulis, atau mendidik, bahkan sebelum mereka memimpin bangsa," ungkapnya.
Bangsa ini lahir dari ruang pendidikan. Para pendiri Republik tidak hanya memimpin (di depan), tapi juga membimbing (di tengah) bahkan mendorong (di belakang) bangsanya untuk berpikir dan bergerak ke arah merdeka.
Dengan mengutip riset James Kouzes dan Barry Posner (1993), Sudirman menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah bakat bawaan melainkan sesuatu yang bisa dipelajari, diasah, dan dikembangkan.
Dia menyebut lima praktik kepemimpinan yang menandai pemimpin efektif yakni memberi teladan, menginspirasi visi bersama, berani keluar dari zona nyaman, memberdayakan orang lain, serta menyemangati hati dan jiwa mereka yang dipimpin. Semua itu sejatinya adalah ciri khas pendidik.
Guru yang baik bukan mengontrol, tapi menumbuhkan. Bukan memerintah, tapi menggerakkan. "Dalam konteks inilah kepemimpinan dan pendidikan berkelindan dalam satu napas yaitu membentuk manusia yang merdeka, tangguh, dan berkarakter," ujar penggagas Forum Warga Negara ini.
Bangsa ini lahir dari ruang pendidikan. Para pendiri Republik tidak hanya memimpin (di depan), tapi juga membimbing (di tengah) bahkan mendorong (di belakang) bangsanya untuk berpikir dan bergerak ke arah merdeka.
Dengan mengutip riset James Kouzes dan Barry Posner (1993), Sudirman menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah bakat bawaan melainkan sesuatu yang bisa dipelajari, diasah, dan dikembangkan.
Dia menyebut lima praktik kepemimpinan yang menandai pemimpin efektif yakni memberi teladan, menginspirasi visi bersama, berani keluar dari zona nyaman, memberdayakan orang lain, serta menyemangati hati dan jiwa mereka yang dipimpin. Semua itu sejatinya adalah ciri khas pendidik.
Guru yang baik bukan mengontrol, tapi menumbuhkan. Bukan memerintah, tapi menggerakkan. "Dalam konteks inilah kepemimpinan dan pendidikan berkelindan dalam satu napas yaitu membentuk manusia yang merdeka, tangguh, dan berkarakter," ujar penggagas Forum Warga Negara ini.
Lihat Juga :