Wasekjen MUI Sebut Kinerja Kejagung dalam Megakorupsi Sangat Diperhatikan Publik
Minggu, 09 November 2025 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
“Misalnya pengembalian kerugian negara dalam kasus CPO sebesar Rp13,25 triliun ke kas negara. Ini sangat diperhatikan masyarakat,” ujar Azrul.
Masyarakat suka dengan ketegasan dan keberanian penegak hukum dalam memberantas korupsi. Sehingga siapa pun penegak hukum yang berani melakukannya, maka masyarakat akan memberikan apresiasinya.
“Sekarang kan yang berani melakukan itu Kejagung. Jadi wajar kalau masyarakat percaya pada mereka,” ungkapnya yang juga tokoh Muhammadiyah ini.
Dia menambahkan, masyarakat menyoroti kinerja KPK yang tidak maksimal. Sejumlah kasus yang mereka tangani justru belum jelas ujungnya. “Padahal sebagai lembaga ad hoc masyarakat sebenarnya sangat mengharapkan mereka (KPK),” imbuhnya.
Tapi kasus-kasus besar yang ditangani KPK justru lambat atau bahkan tidak berjalan. Azrul memberikan contoh kasus proyek kereta cepat “Whoosh” Jakarta-Bandung.
Masyarakat suka dengan ketegasan dan keberanian penegak hukum dalam memberantas korupsi. Sehingga siapa pun penegak hukum yang berani melakukannya, maka masyarakat akan memberikan apresiasinya.
“Sekarang kan yang berani melakukan itu Kejagung. Jadi wajar kalau masyarakat percaya pada mereka,” ungkapnya yang juga tokoh Muhammadiyah ini.
Dia menambahkan, masyarakat menyoroti kinerja KPK yang tidak maksimal. Sejumlah kasus yang mereka tangani justru belum jelas ujungnya. “Padahal sebagai lembaga ad hoc masyarakat sebenarnya sangat mengharapkan mereka (KPK),” imbuhnya.
Tapi kasus-kasus besar yang ditangani KPK justru lambat atau bahkan tidak berjalan. Azrul memberikan contoh kasus proyek kereta cepat “Whoosh” Jakarta-Bandung.
(rca)
Lihat Juga :