Rektor: Praja IPDN Harus Bisa Beradaptasi di Era Globalisasi
Sabtu, 08 November 2025 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
Selain prinsip-prinsip lokal dan akar budaya nasional yang kuat praja juga harus mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, Rektor IPDN menambahkan tes Toefl menjadi syarat masuk dan lulus IPDN, juga menyisipkan materi-materi pengetahuan global/internasional bagi praja IPDN seperti saat ini.
Sementara itu, dalam kuliah umumnya Prof Connie mengangkat tema “Meneguhkan Kembali Otonomi Strategis Indonesia dari Gerakan Non Blok Menuju Bricks dan Kemitraan Eurasia Raya”. Dia mengingatkan bahwa generasi muda sekarang adalah generasi yang hidup di masa penuh pilihan tapi juga penuh ujian.
Baca juga: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Dikenal Tertutup dan Jarang Bergaul, Sempat Terekam CCTV
“Kalian (praja) harus benar-benar menjaga nurani dan kesadaran karena zaman ini teknologi bisa menjadi berkah tapi juga bisa menjadi jebakan. Kekuasaan bisa menjadi alat kemajuan atau malah menjadi sumber kejatuhan. Jadi kalau nanti kalian menjadi pemimpin, kalian harus berdiri dengan kesadaran, kehormatan dan kedaulatan. Karena nanti kejayaan Indonesia berikutnya tidak akan lahir dari Jakarta tapi bangkit dari daerah-daerah, dari tanah tempat kalian berdiri dan memerintah,” ujarnya.
Posisi Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kemampuan mengharmoniskan identitas maritim, dirgantara kemandirian ekonomi serta diplomasi berperadaban guna membentuk keseimbangan kekuatan baru.
Sementara itu, dalam kuliah umumnya Prof Connie mengangkat tema “Meneguhkan Kembali Otonomi Strategis Indonesia dari Gerakan Non Blok Menuju Bricks dan Kemitraan Eurasia Raya”. Dia mengingatkan bahwa generasi muda sekarang adalah generasi yang hidup di masa penuh pilihan tapi juga penuh ujian.
Baca juga: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Dikenal Tertutup dan Jarang Bergaul, Sempat Terekam CCTV
“Kalian (praja) harus benar-benar menjaga nurani dan kesadaran karena zaman ini teknologi bisa menjadi berkah tapi juga bisa menjadi jebakan. Kekuasaan bisa menjadi alat kemajuan atau malah menjadi sumber kejatuhan. Jadi kalau nanti kalian menjadi pemimpin, kalian harus berdiri dengan kesadaran, kehormatan dan kedaulatan. Karena nanti kejayaan Indonesia berikutnya tidak akan lahir dari Jakarta tapi bangkit dari daerah-daerah, dari tanah tempat kalian berdiri dan memerintah,” ujarnya.
Posisi Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kemampuan mengharmoniskan identitas maritim, dirgantara kemandirian ekonomi serta diplomasi berperadaban guna membentuk keseimbangan kekuatan baru.
Lihat Juga :