Digitalisasi dan Efisiensi Ekonomi

Senin, 03 November 2025 - 06:45 WIB
loading...
Digitalisasi dan Efisiensi...
Candra Fajri Ananda, Wakil Ketua Badan Supervisi OJK. Foto/Dok.SindoNews
A A A
Candra Fajri Ananda
Wakil Ketua Badan Supervisi OJK

PERKEMBANGAN ekonomi modern ditandai oleh dinamika yang semakin cepat dalam aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi. Globalisasi ekonomi serta kemajuan teknologi informasi telah mengubah struktur pasar menjadi lebih terbuka dan kompetitif.

Dalam konteks ini, kecepatan menjadi salah satu faktor penentu efisiensi ekonomi, baik dalam proses transaksi maupun pengiriman barang dan jasa. Perusahaan dan individu dituntut untuk mampu merespons perubahan pasar secara real-time agar tetap relevan dalam ekosistem ekonomi digital yang semakin kompleks.

Berdasarkan laporan McKinsey & Company (2024), sekitar 90% konsumen di Amerika Serikat dan Eropa telah melakukan pembayaran digital dalam satu tahun terakhir, menunjukkan bahwa digitalisasi transaksi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan ekonomi modern.

Digitalisasi telah membuka era baru dalam sistem transaksi dan distribusi global, di mana kecepatan dan keamanan menjadi kebutuhan utama. Kemunculan berbagai instrumen digital seperti sistem pembayaran elektronik, dompet digital, dan teknologi blockchain telah mempercepat interaksi ekonomi lintas batas dengan cara yang lebih efisien dan terintegrasi.

Berdasarkan Clearly Payments Report (2024), dompet digital telah berkontribusi terhadap 49% transaksi e-commerce global pada 2023, dan diperkirakan meningkat menjadi 54% pada 2026, sementara ACI Worldwide (2023) mencatat hampir 20% dari seluruh pembayaran elektronik dunia kini dilakukan secara real-time.

Kondisi ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mempercepat proses pembayaran, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai dan menekan biaya transaksi. Sejalan dengan itu, percepatan digital juga terjadi dalam sektor logistik.

Laporan Grand View Research (2023) menyebutkan nilai pasar logistik global mencapai US$3,79 triliun dan diproyeksikan tumbuh dengan laju 7,2% per tahun hingga 2030, sedangkan Clickpost (2024) melaporkan peningkatan volume pengiriman dari 185 miliar paket pada 2023 menjadi 217 miliar pada 2025.

Data InsightAce Analytic (2024) turut menunjukkan bahwa pasar pengiriman last-mile bernilai sekitar US$179,5 miliar pada 2024 dan terus meningkat seiring kebutuhan pengiriman yang semakin cepat dan efisien. Artinya, dengan semakin masifnya arus transaksi dan distribusi ini, dibutuhkan instrumen digital yang tidak hanya mudah dan cepat, tetapi juga memiliki tingkat keamanan tinggi untuk melindungi data serta menjamin kelancaran aktivitas ekonomi global yang semakin terdigitalisasi.

Dunia ekonomi modern tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga menekankan pentingnya keamanan dan keandalan instrumen transaksi. Instrumen yang mudah, cepat, dan aman akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang efisien, transparan, dan tangguh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
5 Pendekatan yang Perlu...
5 Pendekatan yang Perlu Dilakukan Pemerintah untuk Perbaiki Ekonomi
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
Desain Cetak Biru RAPBN...
Desain Cetak Biru RAPBN 2027, Prabowo Patok Kurs Rupiah Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Rebranding Inhealth,...
Rebranding Inhealth, Strategi Perkuat Layanan dan Digitalisasi
Rekomendasi
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Cuan Miliaran Tiap Hari...
Cuan Miliaran Tiap Hari dari Piring Anak Sekolah: Mengintip Garasi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Berita Terkini
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved