Dirut KAI Pastikan KCIC Siap Suplai Data dan Beri Kesaksian soal Whoosh ke KPK
Selasa, 04 November 2025 - 06:47 WIB
loading...
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin buka suara terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang menyelidiki dugaan markup proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin buka suara terkait Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) yang sedang menyelidiki dugaan markup proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh . Ia memastikan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mendukung langkah hukum yang dilakukan KPK.
“Yang jelas PT Kereta Cepat Indonesia-China sangat patuh dan taat kepada hukum dan kami sangat mendukung permintaan-permintaan data atau kesaksian dari KPK," kata Bobby dikutip Selasa (4/11/2025).
Sementara itu, saat disinggung urusan restrukturisasi utang proyek kereta cepat, dia enggan banyak bicara. Ia menegaskan, semua hal akan diurus oleh Danantara sebagai pengelola BUMN.
Baca juga: Jubir KPK Sebut Penyelidikan Perkara Whoosh Terus Berprogres
"Kami sudah koordinasi dengan Danantara, sebagai holding dari KAI. Semua lagi dibicarakan antara Danantara dengan pemerintah juga tentunya," ujar Bobby.
Diketahui, KPK tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan mark-up proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh. Hal itu sebagaimana disampaikan Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu.
Baca juga: AHY Buka Kemungkinan Pakai Duit APBN Buat Bayar Utang Whoosh
"Saat ini sudah pada tahap penyelidikan," kata Asep saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan tertulis, Senin (27/10/2025).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memastikan penyelidikan soal proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh terus berprogres. KPK terus meminta keterangan pihak yang mengetahui dugaan mark-up proyek tersebut.
"Kami pastikan ya teman-teman bahwa penyelidikan perkara KCIC ini masih terus berprogres," kata Budi Jumat (31/10/2025).
Menurut Budi, pihaknya terus meminta keterangan terhadap pihak yang diduga mengetahui dugaan mark-up Whoosh. Sejumlah pihak pun sudah memenuhi permintaan klarifikasi.
“Yang jelas PT Kereta Cepat Indonesia-China sangat patuh dan taat kepada hukum dan kami sangat mendukung permintaan-permintaan data atau kesaksian dari KPK," kata Bobby dikutip Selasa (4/11/2025).
Sementara itu, saat disinggung urusan restrukturisasi utang proyek kereta cepat, dia enggan banyak bicara. Ia menegaskan, semua hal akan diurus oleh Danantara sebagai pengelola BUMN.
Baca juga: Jubir KPK Sebut Penyelidikan Perkara Whoosh Terus Berprogres
"Kami sudah koordinasi dengan Danantara, sebagai holding dari KAI. Semua lagi dibicarakan antara Danantara dengan pemerintah juga tentunya," ujar Bobby.
Diketahui, KPK tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan mark-up proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh. Hal itu sebagaimana disampaikan Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu.
Baca juga: AHY Buka Kemungkinan Pakai Duit APBN Buat Bayar Utang Whoosh
"Saat ini sudah pada tahap penyelidikan," kata Asep saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan tertulis, Senin (27/10/2025).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memastikan penyelidikan soal proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh terus berprogres. KPK terus meminta keterangan pihak yang mengetahui dugaan mark-up proyek tersebut.
"Kami pastikan ya teman-teman bahwa penyelidikan perkara KCIC ini masih terus berprogres," kata Budi Jumat (31/10/2025).
Menurut Budi, pihaknya terus meminta keterangan terhadap pihak yang diduga mengetahui dugaan mark-up Whoosh. Sejumlah pihak pun sudah memenuhi permintaan klarifikasi.
(rca)
Lihat Juga :