Serbuan Barang China, Pemerintah Diminta Perkuat UMKM dan Industri Lokal
Minggu, 02 November 2025 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Yen Yen Kuswati menuturkan kerja sama dengan China sebenarnya membawa dampak positif bagi Indonesia. Namun, dia juga menyampaikan sisi negatif yang tak kalah penting untuk diperhatikan, khususnya terkait membanjirnya produk-produk China.
“Persaingan harga barang China menekan pelaku usaha lokal, berpotensi menyebabkan ketergantungan pada impor dan defisit neraca perdagangan, pergeseran nilai budaya dan pola konsumsi masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi yang tidak merata,” ujar Yen Yen yang juga Sekretaris Jenderal IPTI itu.
Pembicara dari Kementerian Perindustrian Laode Ikrar Hastomi menekankan pada kontribusi besar sektor manufaktur dalam memperkuat perekonomian nasional. Pentingnya investasi pada oil and gas processing, ekspor, serta penguatan industrial workforce.
“Trade balance industri manufaktur Indonesia kini mencatatkan surplus dan kawasan industri seperti Morowali di Sulawesi Tengah berperan besar dalam transformasi menuju industri 4.0. Kawasan ini menjadi episentrum investasi berbasis nikel yang berorientasi ekspor sekaligus memperlihatkan bagaimana kerja sama investasi dengan China dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Perwakilan IPTI Septeven Hwang menambahkan IPTI sebagai muda-mudi Tionghoa Indonesia bersifat Indonesia sentris. "Secara etnis kita Tionghoa, tapi nasionalisme kita adalah Indonesia dan kita akan membela national interest Indonesia dalam hubungan bilateral Indonesia-China," tuturnya.
IPTI akan berjuang sebisa mungkin berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia untuk menepis ketakutan dan kecemasan adanya dominasi produk impor secara hegemoni ekonomi China di Indonesia.
“Persaingan harga barang China menekan pelaku usaha lokal, berpotensi menyebabkan ketergantungan pada impor dan defisit neraca perdagangan, pergeseran nilai budaya dan pola konsumsi masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi yang tidak merata,” ujar Yen Yen yang juga Sekretaris Jenderal IPTI itu.
Pembicara dari Kementerian Perindustrian Laode Ikrar Hastomi menekankan pada kontribusi besar sektor manufaktur dalam memperkuat perekonomian nasional. Pentingnya investasi pada oil and gas processing, ekspor, serta penguatan industrial workforce.
“Trade balance industri manufaktur Indonesia kini mencatatkan surplus dan kawasan industri seperti Morowali di Sulawesi Tengah berperan besar dalam transformasi menuju industri 4.0. Kawasan ini menjadi episentrum investasi berbasis nikel yang berorientasi ekspor sekaligus memperlihatkan bagaimana kerja sama investasi dengan China dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Perwakilan IPTI Septeven Hwang menambahkan IPTI sebagai muda-mudi Tionghoa Indonesia bersifat Indonesia sentris. "Secara etnis kita Tionghoa, tapi nasionalisme kita adalah Indonesia dan kita akan membela national interest Indonesia dalam hubungan bilateral Indonesia-China," tuturnya.
IPTI akan berjuang sebisa mungkin berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia untuk menepis ketakutan dan kecemasan adanya dominasi produk impor secara hegemoni ekonomi China di Indonesia.
(jon)
Lihat Juga :