Serbuan Barang China, Pemerintah Diminta Perkuat UMKM dan Industri Lokal

Minggu, 02 November 2025 - 13:38 WIB
loading...
Serbuan Barang China,...
Ketua FSI Johanes Herlijanto (kanan) berbicara dalam seminar Strategi Tiongkok Mencari Pasar: Tantangan dan Peluang Bagi Indonesia di Kampus Pascasarjana Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (31/10/2025). Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Hubungan Indonesia dan Republik Rakyat China yang telah menginjak usia 75 tahun pada 2025 masih menghadapi beberapa tantangan di tengah kemesraan yang berlangsung akhir-akhir ini. Selain tantangan dalam bidang keamanan yang diakibatkan sikap agresif RRC di Laut China Selatan dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, tantangan lain yang masih dihadapi kedua negara adalah tantangan di bidang ekonomi.

Selain di bidang infrastruktur dan pertambangan yang masih menghadirkan problema di tengah peluang yang ditawarkan antara lain banjirnya tenaga kerja asal China dan utang yang menjadi beban Negara. Hubungan perdagangan antara China dan Indonesia juga diwarnai banjir barang dengan harga murah asal negara itu.

Baca juga: Impor Barang Murah China Dinilai Meresahkan Iklim Industri dalam Negeri

Kondisi ini berpotensi menghantam industri lokal dan UMKM di Indonesia serta membawa dampak bagi tenaga kerja lokal yang bisa kehilangan pekerjaan bila industri mereka kalah bersaing dengan produk China.

Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI) Johanes Herlijanto menyampaikan pentingnya memperhatikan dan mencari solusi bagi fenomena banjir barang China karena berdampak pada kemandirian bangsa.

“Kehadiran barang China dengan harga sangat kompetitif bukan hanya berdampak pada industri lokal, UMKM, serta tenaga kerja yang harus menghadapi kehilangan pekerjaan akibat perusahaan tempat mereka bekerja kalah bersaing, tetapi juga pada potensi ketergantungan masyarakat Indonesia pada barang China,” ujar Johanes yang juga dosen jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan itu pada seminar di Kampus Pascasarjana Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Dalam seminar yang digagas Paramadina Asia Pacific Institute (PAPI) bersama FSI dan Ikatan Pemuda Tionghoa (IPTI) itu, sejumlah pembicara turut hadir yakni Mohammad Dian Revindo, ekonom yang menjadi Kepala Pusat Kajian Iklim Usaha LPEM FEB Universitas Indonesia dan dosen Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI; Yen Yen Kuswati, Wakil Ketua Komite Tetap Konektivitas Sosial Budaya Bidang Infrastruktur Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin); serta Laode Ikrar Hastomi, perwakila dari Kementerian Perindustrian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Gencar Konsolidasi,...
Gencar Konsolidasi, Marselinus Minta Kader Perindo Palu Aktif Dampingi UMKM dan Peternak
Jay Singgih Dorong Pengusaha...
Jay Singgih Dorong Pengusaha Muda Papua Bersinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Rekomendasi
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved