Kado Intelektual untuk Pesantren
Sabtu, 01 November 2025 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Program Manajemen Pendidikan Islam yang telah ada selama ini cenderung berfokus pada tata kelola lembaga pendidikan formal. Padahal, pesantren menuntut pendekatan manajerial yang lebih kontekstual, karena menyatukan dimensi spiritual, sosial, dan ekonomis dalam satu kesatuan yang utuh.
Saat ini terdapat sekitar 43 ribu pesantren di Indonesia, meningkat hampir tiga kali lipat sejak awal tahun 2000. Angka ini bukan hanya menunjukkan pertumbuhan kuantitatif, tetapi juga menggambarkan potensi dan tantangan besar dalam mengelola lembaga pendidikan berbasis nilai.
Dalam konteks inilah Universitas Darunnajah mengambil peran strategis. Melalui program Magister Manajemen Pendidikan Islam dengan konsentrasi Manajemen Pesantren, kami berupaya merintis lahirnya disiplin ilmu yang bukan hanya memahami aspek teknis manajemen, tetapi juga menjiwai nilai-nilai pesantren sebagai fondasi kepemimpinan, kemandirian, dan keberlanjutan dakwah di era modern.
Kami meyakini, program ini bukan sekadar agenda akademik. Ia adalah amanah perjuangan. Perjuangan untuk memastikan pesantren tetap menjadi sumber cahaya ilmu, pusat kemandirian, dan benteng moral bangsa.
Semoga Allah Swt meridhai langkah ini, meneguhkan niat kita, dan menjadikan program ini sebagai bagian dari ikhtiar panjang membangun peradaban Islam yang berkelanjutan.
Saat ini terdapat sekitar 43 ribu pesantren di Indonesia, meningkat hampir tiga kali lipat sejak awal tahun 2000. Angka ini bukan hanya menunjukkan pertumbuhan kuantitatif, tetapi juga menggambarkan potensi dan tantangan besar dalam mengelola lembaga pendidikan berbasis nilai.
Dalam konteks inilah Universitas Darunnajah mengambil peran strategis. Melalui program Magister Manajemen Pendidikan Islam dengan konsentrasi Manajemen Pesantren, kami berupaya merintis lahirnya disiplin ilmu yang bukan hanya memahami aspek teknis manajemen, tetapi juga menjiwai nilai-nilai pesantren sebagai fondasi kepemimpinan, kemandirian, dan keberlanjutan dakwah di era modern.
Kami meyakini, program ini bukan sekadar agenda akademik. Ia adalah amanah perjuangan. Perjuangan untuk memastikan pesantren tetap menjadi sumber cahaya ilmu, pusat kemandirian, dan benteng moral bangsa.
Semoga Allah Swt meridhai langkah ini, meneguhkan niat kita, dan menjadikan program ini sebagai bagian dari ikhtiar panjang membangun peradaban Islam yang berkelanjutan.
(nnz)
Lihat Juga :