Polemik Utang Kereta Cepat Whoosh, Jokowi Ungkap Keuntungan Sosial
Senin, 27 Oktober 2025 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Dicontohkannya, Social Return on Investment antara lain pengurangan emisi karbon, produktivitas masyarakat lebih baik, polusi berkurang, waktu tempuh yang lebih cepat.
Baca juga: Selamatkan Utang Whoosh Rp116 Triliun, Indonesia Bisa Belajar dari Shinkansen Jepang
"Di situlah keuntungan sosial yang didapatkan dari pembangunan transportasi massal," tegas Jokowi.
Jika ada subsidi, Jokowi menyebut hal itu merupakan investasi dan bukan kerugian. Misalnya MRT, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyubsidi Rp800 miliar per tahun. Itupun baru dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Jika semua rute sudah selesai, diperkirakan mencapai Rp4,5 triliun.
Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini mengemukakan, memindahkan kebiasaan orang naik mobil atau sepeda motor pribadi untuk naik transportasi umum merupakan sesuatu yang tak mudah.
"Merubah karakter itu tidak mudah. Tetapi yang kita lihat, MRT itu sukses mengangkut penumpang sejak diluncurkan sudah 171 juta penumpang. Kereta cepat sejak mulai meluncur sampai sekarang sudah mengangkut 12 juta orang," tuturnya.
Dari data tersebut, kata Jokowi, patut disyukuri karena sudah ada pergerakan atau perpindahan dari kendaraan pribadi masuk ke transportasi massal mengingat hal itu tidak mudah.
Baca juga: Selamatkan Utang Whoosh Rp116 Triliun, Indonesia Bisa Belajar dari Shinkansen Jepang
"Di situlah keuntungan sosial yang didapatkan dari pembangunan transportasi massal," tegas Jokowi.
Jika ada subsidi, Jokowi menyebut hal itu merupakan investasi dan bukan kerugian. Misalnya MRT, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyubsidi Rp800 miliar per tahun. Itupun baru dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Jika semua rute sudah selesai, diperkirakan mencapai Rp4,5 triliun.
Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini mengemukakan, memindahkan kebiasaan orang naik mobil atau sepeda motor pribadi untuk naik transportasi umum merupakan sesuatu yang tak mudah.
"Merubah karakter itu tidak mudah. Tetapi yang kita lihat, MRT itu sukses mengangkut penumpang sejak diluncurkan sudah 171 juta penumpang. Kereta cepat sejak mulai meluncur sampai sekarang sudah mengangkut 12 juta orang," tuturnya.
Dari data tersebut, kata Jokowi, patut disyukuri karena sudah ada pergerakan atau perpindahan dari kendaraan pribadi masuk ke transportasi massal mengingat hal itu tidak mudah.
Lihat Juga :