Ketum Rampai Nusantara Sebut Nggak Perlu Bicara Untung Rugi soal Proyek Kereta Cepat

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:49 WIB
loading...
Ketum Rampai Nusantara...
Pemudik menunggu keberangkatan kereta cepat Whoosh di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta, Minggu (7/4/2024). Foto/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar meminta kepada semua pihak tidak perlu berbicara untung rugi di balik kebijakan yang diperuntukkan bagi kepentingan publik, seperti halnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh . Menurutnya, ada salah cara berpikir ketika ada pihak yang selalu mengaitkan untung rugi dalam suatu kebijakan yang diambil negara.

"Ini kan bicara PSO (Public Service Obligation) yang salah satunya transportasi publik. Dan sudah ditegaskan juga memang nggak ada juga kalau bicara transportasi publik ya model kayak kereta cepat itu dan lain sebagainya, bicara untung rugi bahwa negara harus untung, kan nggak di situ," kata Semar dalam program Rakyat Bersuara, Selasa (21/10/2025).

Dia menyebut, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada saat mengeluarkan kebijakan itu tentunya bukan secara individu. Status Jokowi sebagai presiden, kepala pemerintahan, dan kepala negara.

Baca Juga: Tulah Ambisi Kereta Cepat

"Berarti itu memang berdasarkan apa yang dia pertimbangkan bahwa negara memerlukan itu, tidak hanya untung rugi," ujarnya.

Menurutnya, kalau kita bicara transportasi publik, kita bicara MRT, LRT di Jakarta semua rugi Rp800 miliar tiap tahun. "Kenapa Ubed (Analis Sosial Politik UNJ Ubedilah Badrun) nggak ribut soal itu? Tapi bahwa memang itu akhirnya bisa mengatasi kerugian masyarakat terhadap kemacetan dan sebagainya yang mencapai 65 triliun, ya menurut saya itu sesuatu yang dirasakan keuntungan oleh masyarakat dan sekarang kita mempersoalkan itu gitu loh," tuturnya.



Di acara yang sama, Ubedilah Badrun menilai Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh tidak efisien dan berpotensi terus merugikan negara. Dia mengungkapkan, proyek tersebut bahkan telah mencatat kerugian mencapai Rp4,1 triliun dalam satu tahun operasionalnya.

"Pembangunan dari awal sebetulnya tidak memenuhi syarat bahwa ini dijalankan dengan prinsip good governance. Karena tidak memenuhi syarat sebetulnya dan beberapa pengamat kebijakan publik mengatakan bahwa ini tidak menguntungkan dan bahkan berpotensi kita rugi," kata Ubedilah.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Rekomendasi
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Berita Terkini
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved