Ketum Rampai Nusantara Sebut Nggak Perlu Bicara Untung Rugi soal Proyek Kereta Cepat
Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:49 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, kalau kita bicara transportasi publik, kita bicara MRT, LRT di Jakarta semua rugi Rp800 miliar tiap tahun. "Kenapa Ubed (Analis Sosial Politik UNJ Ubedilah Badrun) nggak ribut soal itu? Tapi bahwa memang itu akhirnya bisa mengatasi kerugian masyarakat terhadap kemacetan dan sebagainya yang mencapai 65 triliun, ya menurut saya itu sesuatu yang dirasakan keuntungan oleh masyarakat dan sekarang kita mempersoalkan itu gitu loh," tuturnya.
Di acara yang sama, Ubedilah Badrun menilai Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh tidak efisien dan berpotensi terus merugikan negara. Dia mengungkapkan, proyek tersebut bahkan telah mencatat kerugian mencapai Rp4,1 triliun dalam satu tahun operasionalnya.
"Pembangunan dari awal sebetulnya tidak memenuhi syarat bahwa ini dijalankan dengan prinsip good governance. Karena tidak memenuhi syarat sebetulnya dan beberapa pengamat kebijakan publik mengatakan bahwa ini tidak menguntungkan dan bahkan berpotensi kita rugi," kata Ubedilah.
Di acara yang sama, Ubedilah Badrun menilai Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh tidak efisien dan berpotensi terus merugikan negara. Dia mengungkapkan, proyek tersebut bahkan telah mencatat kerugian mencapai Rp4,1 triliun dalam satu tahun operasionalnya.
"Pembangunan dari awal sebetulnya tidak memenuhi syarat bahwa ini dijalankan dengan prinsip good governance. Karena tidak memenuhi syarat sebetulnya dan beberapa pengamat kebijakan publik mengatakan bahwa ini tidak menguntungkan dan bahkan berpotensi kita rugi," kata Ubedilah.
(zik)
Lihat Juga :