Kemenag-Basarnas Bahas Mitigasi Risiko di Pesantren Buntut Tragedi Al-Khoziny
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 22:32 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, langkah awal yang ditempuh adalah membangun sistem mitigasi risiko di lingkungan pesantren melalui pendataan, pembinaan, dan peningkatan kapasitas kelembagaan. “Kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan keagamaan memiliki standar keamanan yang memadai, agar santri dapat belajar dan tinggal dengan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengerahan dan Pengendalian Operasi Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia Basarnas Emi Freezer menjelaskan bahwa hasil penelusuran awal menunjukkan penyebab utama ambruknya bangunan di Pesantren Al-Khoziny adalah kegagalan konstruksi.
“Tidak adanya struktur penyangga bertahap membuat bangunan runtuh total. Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua bahwa gedung pendidikan, termasuk pesantren, harus memenuhi standar teknis dan keselamatan,” tutur Emi.
Emi menambahkan, Basarnas mencatat tragedi di Sidoarjo sebagai salah satu bencana nonalam terbesar tahun 2025, dengan korban meninggal mencapai 67 santri. “Kami siap memperkuat sinergi dengan Kemenag dan lembaga terkait untuk memastikan kesiapsiagaan serta penanggulangan risiko di pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengerahan dan Pengendalian Operasi Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia Basarnas Emi Freezer menjelaskan bahwa hasil penelusuran awal menunjukkan penyebab utama ambruknya bangunan di Pesantren Al-Khoziny adalah kegagalan konstruksi.
“Tidak adanya struktur penyangga bertahap membuat bangunan runtuh total. Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua bahwa gedung pendidikan, termasuk pesantren, harus memenuhi standar teknis dan keselamatan,” tutur Emi.
Emi menambahkan, Basarnas mencatat tragedi di Sidoarjo sebagai salah satu bencana nonalam terbesar tahun 2025, dengan korban meninggal mencapai 67 santri. “Kami siap memperkuat sinergi dengan Kemenag dan lembaga terkait untuk memastikan kesiapsiagaan serta penanggulangan risiko di pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :