Menebak Isi Obrolan Jokowi dan Prabowo di Kertanegara
Senin, 06 Oktober 2025 - 12:42 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, Jamiluddin menduga pertemuan Jokowi-Prabowo juga bisa saja membicarakan kepentingannya dalam konteks politik nasional. "Jokowi bisa menjelaskan kepada Prabowo mengenai maksudnya meminta relawan untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode," ujarnya.
Dia berpendapat, penjelasan itu bagi Jokowi bisa jadi dirasa penting agar Prabowo tidak salah memahami maksudnya. Dia melanjutkan, setidaknya Jokowi tidak ingin permintaannya kepada relawan itu ditafsirkan oleh Prabowo sebagai bentuk tekanan dan paksaan.
"Melalui pertemuan tatap muka, Jokowi dapat menjelaskan dengan gamblang. Dengan begitu, Jokowi berharap persoalan Prabowo-Gibran dua periode tidak menjadi isu liar yang dapat berdampak pada hubungannya pada Prabowo," imbuhnya.
Jadi, kata Jamiluddin, silaturahmi ke Prabowo tampaknya hanya pembuka saja. "Jokowi bisa saja ingin bertemu Prabowo untuk meredakan isu tak sedap terkait permintaannya kepada relawan untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode," ujarnya.
" Dengan penjelasan langsung itu, Jokowi juga ingin memastikan ke Prabowo bahwa Gibran tidak akan maju menjadi capres pada 2029. Bisa jadi Jokowi ingin meyakinkan bahwa Gibran tetap setia ikut Prabowo sebagai wapres," sambungnya.
Persoalan lain, lanjut dia, tampaknya tidak terlalu penting bagi Jokowi untuk membicarakannya dengan Prabowo. "Bagi Jokowi, paling penting kepentingan Gibran paling utama untuk memastikan trahnya tetap eksis dalam perpolitikan nasional," tutur Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.
Karena itu, ujar dia, kalaupun pertemuan itu membicarakan para relawannya yang tersingkir dari kabinet Prabowo, itu hanya selintas. Dia yakin bahwa bagi Jokowi, persoalan relawannya bukanlah prioritas. Sebab, sambungnya, bagi Jokowi keluarganya yang harus aman dalam peta politik nasional.
"Hal yang sama juga berlaku pada menteri yang dinilai loyalis Jokowi. Baginya, menteri loyalisnya diganti bukanlah perkara penting. Lagi-lagi, menteri loyalisnya boleh diganti, namun Gibran harus tetap wapres. Kiranya itulah yang dipikirkan Jokowi dan itu pula yang menjadi fokusnya saat bertemu Prabowo di Kartanegara, Jakarta," pungkasnya.
Dia berpendapat, penjelasan itu bagi Jokowi bisa jadi dirasa penting agar Prabowo tidak salah memahami maksudnya. Dia melanjutkan, setidaknya Jokowi tidak ingin permintaannya kepada relawan itu ditafsirkan oleh Prabowo sebagai bentuk tekanan dan paksaan.
"Melalui pertemuan tatap muka, Jokowi dapat menjelaskan dengan gamblang. Dengan begitu, Jokowi berharap persoalan Prabowo-Gibran dua periode tidak menjadi isu liar yang dapat berdampak pada hubungannya pada Prabowo," imbuhnya.
Jadi, kata Jamiluddin, silaturahmi ke Prabowo tampaknya hanya pembuka saja. "Jokowi bisa saja ingin bertemu Prabowo untuk meredakan isu tak sedap terkait permintaannya kepada relawan untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode," ujarnya.
" Dengan penjelasan langsung itu, Jokowi juga ingin memastikan ke Prabowo bahwa Gibran tidak akan maju menjadi capres pada 2029. Bisa jadi Jokowi ingin meyakinkan bahwa Gibran tetap setia ikut Prabowo sebagai wapres," sambungnya.
Persoalan lain, lanjut dia, tampaknya tidak terlalu penting bagi Jokowi untuk membicarakannya dengan Prabowo. "Bagi Jokowi, paling penting kepentingan Gibran paling utama untuk memastikan trahnya tetap eksis dalam perpolitikan nasional," tutur Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.
Karena itu, ujar dia, kalaupun pertemuan itu membicarakan para relawannya yang tersingkir dari kabinet Prabowo, itu hanya selintas. Dia yakin bahwa bagi Jokowi, persoalan relawannya bukanlah prioritas. Sebab, sambungnya, bagi Jokowi keluarganya yang harus aman dalam peta politik nasional.
"Hal yang sama juga berlaku pada menteri yang dinilai loyalis Jokowi. Baginya, menteri loyalisnya diganti bukanlah perkara penting. Lagi-lagi, menteri loyalisnya boleh diganti, namun Gibran harus tetap wapres. Kiranya itulah yang dipikirkan Jokowi dan itu pula yang menjadi fokusnya saat bertemu Prabowo di Kartanegara, Jakarta," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :