TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju: Mengokohkan SISHANKAMRATA di Era Ancaman Multidimensional
Minggu, 05 Oktober 2025 - 06:53 WIB
loading...
A
A
A
TNI Rakyat: Reaktualisasi SISHANKAMRATA
Makna yang paling dalam dari tema HUT TNI tahun ini terletak pada frasa “TNI Rakyat”. Ini bukan konsep baru. Sejak kelahirannya pada 5 Oktober 1945, TNI dibangun dari kekuatan rakyat. Ia bukan tentara bayaran, bukan pula tentara partisan, tetapi tentara pejuang yang lahir dari rahim rakyat Indonesia.
Dalam konteks sistem pertahanan negara, frasa ini adalah reaktualisasi dari konsep Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (SISHANKAMRATA). SISHANKAMRATA menempatkan TNI sebagai komponen utama, dan rakyat sebagai komponen pendukung yang aktif. Pertahanan Indonesia tidak bersifat ofensif, tetapi bersifat semesta, menyeluruh, dan berbasis pada kekuatan rakyat.
Sayangnya, konsep ini sering direduksi sebatas jargon. Padahal, implementasi nyata SISHANKAMRATA menuntut literasi pertahanan masyarakat, penguatan komponen cadangan dan pendukung, serta sinergi yang sistematis antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil.
Kemanunggalan TNI dan rakyat bukanlah romantisme masa lalu, tetapi kebutuhan strategis di tengah perang asimetris dan infiltrasi ideologi yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, bahkan tanpa suara tembakan.
Indonesia Maju: Keamanan sebagai Prasyarat Pembangunan
Pembangunan nasional tidak akan pernah lepas dari stabilitas keamanan. Negara-negara maju di dunia memiliki kesamaan: postur pertahanan yang solid dan legitimasi politik yang kuat. Indonesia harus belajar dari situ.
Dengan meletakkan “Indonesia Maju” sebagai tujuan akhir, tema ini menegaskan bahwa keamanan bukan hanya soal menjaga wilayah kedaulatan, tetapi juga soal memastikan jalannya pembangunan tanpa gangguan, baik fisik maupun nonfisik.
Lihat Juga :