Wakil Ketua Baleg DPR Raih Gelar Doktor Desa dari UI
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
"Namun realitas di lapangan yang masih menunjukkan dua wajah ganda desa. Ada desa yang berhasil menjadi teladan tata kelola, tetapi ada pula desa yang tertinggal, bahkan terjebak dalam persoalan hukum dan birokrasi yang tertutup," katanya.
Iman Syukri melakukan penelitian terhadap tiga desa yakni Desa Panggungharjo di Kabupaten Bantul di Yogyakarta, Desa Kutuh di Kabupaten Badung di Bali serta Desa Waturaka di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Ketiga desa ini dipilih karena memperlihatkan kombinasi menarik antara inovasi tata kelola, pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan dan peran nilai budaya.
Hasil penelitian menunjukkan Governance di desa tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga berdialog dengan budaya lokal, kepemimpinan adat serta partisipasi masyarakat
"Konsep ini diharapkan menjadi kontribusi akademis dalam memperkaya teori governance sekaligus kontribusi praktis dalam memberikan model pembangunan desa yang lebih relevan, inklusif dan berkelanjutan," ucapnya.
Penelitian ini, tidak hanya untuk menilai sejauh mana desa-desa mampu menjalankan amanah UU Desa, melainkan juga untuk memahami bagaimana praktik tata kelola yang dikontekstualisasikan dengan budaya, kepemimpinan, dan sumber daya lokal dapat menghasilkan model governance yang lebih relevan dan berkelanjutan.
Sidang promosi doktor diketuai Teguh Kurniawan, dengan promotor Retno Kusumastuti Hardjono, Ko-Promotor Achmad Lutfi, serta anggota promotor Anwar Sanusi, Agus Pramusinto, Irfan Ridwan Maksum, Andreo Wahyudi Atmoko dan Fibria Indriati Dwi Liestiawati.
Iman Syukri melakukan penelitian terhadap tiga desa yakni Desa Panggungharjo di Kabupaten Bantul di Yogyakarta, Desa Kutuh di Kabupaten Badung di Bali serta Desa Waturaka di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Ketiga desa ini dipilih karena memperlihatkan kombinasi menarik antara inovasi tata kelola, pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan dan peran nilai budaya.
Hasil penelitian menunjukkan Governance di desa tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga berdialog dengan budaya lokal, kepemimpinan adat serta partisipasi masyarakat
"Konsep ini diharapkan menjadi kontribusi akademis dalam memperkaya teori governance sekaligus kontribusi praktis dalam memberikan model pembangunan desa yang lebih relevan, inklusif dan berkelanjutan," ucapnya.
Penelitian ini, tidak hanya untuk menilai sejauh mana desa-desa mampu menjalankan amanah UU Desa, melainkan juga untuk memahami bagaimana praktik tata kelola yang dikontekstualisasikan dengan budaya, kepemimpinan, dan sumber daya lokal dapat menghasilkan model governance yang lebih relevan dan berkelanjutan.
Sidang promosi doktor diketuai Teguh Kurniawan, dengan promotor Retno Kusumastuti Hardjono, Ko-Promotor Achmad Lutfi, serta anggota promotor Anwar Sanusi, Agus Pramusinto, Irfan Ridwan Maksum, Andreo Wahyudi Atmoko dan Fibria Indriati Dwi Liestiawati.
Lihat Juga :