PPP Minta Kader Bersatu, Siap Songsong Pemilu 2029
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 17:02 WIB
loading...
PPP menegaskan pentingnya persatuan internal usai Muktamar X di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025). Ketua Umum PPP Mardiono terpilih secara aklamasi setelah mendapat persetujuan dari 1.304 muktamirin. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menegaskan pentingnya persatuan internal usai Muktamar X di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025). Ketua Umum PPP Mardiono terpilih secara aklamasi setelah mendapat persetujuan dari 1.304 muktamirin pemilik hak suara yang hadir.
Ketua Pemenangan Pemilu Hasil Muktamar yang disahkan berdasarkan SK Menteri Hukum RI Nomor M.HH-14.AH.11.02 Tahun 2025 Patrika Susana yang akrab disapa Anggie mengucapkan selamat atas terpilihnya Mardiono. Momentum muktamar harus dijadikan titik balik untuk memperkuat barisan kader dan simpatisan serta menghindari perpecahan di tubuh partai.
Baca juga: Menkum Akui Kepengurusan Ketum PPP Mardiono
“Dengan terpilihnya Pak Mardiono, kami mengajak seluruh kader dan simpatisan PPP bersatu sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029,” ujar Anggie, Jumat (3/10/2025).
Meski demikian, jalannya muktamar tidak sepenuhnya mulus. Forum tersebut sempat diwarnai kebuntuan dan perbedaan pandangan yang memunculkan potensi dualisme kepengurusan.
Ketua Pemenangan Pemilu Hasil Muktamar yang disahkan berdasarkan SK Menteri Hukum RI Nomor M.HH-14.AH.11.02 Tahun 2025 Patrika Susana yang akrab disapa Anggie mengucapkan selamat atas terpilihnya Mardiono. Momentum muktamar harus dijadikan titik balik untuk memperkuat barisan kader dan simpatisan serta menghindari perpecahan di tubuh partai.
Baca juga: Menkum Akui Kepengurusan Ketum PPP Mardiono
“Dengan terpilihnya Pak Mardiono, kami mengajak seluruh kader dan simpatisan PPP bersatu sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029,” ujar Anggie, Jumat (3/10/2025).
Meski demikian, jalannya muktamar tidak sepenuhnya mulus. Forum tersebut sempat diwarnai kebuntuan dan perbedaan pandangan yang memunculkan potensi dualisme kepengurusan.
Lihat Juga :