Faktor Penyebab PPP Terbelah Lagi, Nomor 4 Paling Penting
Selasa, 30 September 2025 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Dia melihat penyelesaian konflik internal sangat bergantung pada penguasa, lewat Kemenkumham.
Baca juga: Dualisme Kembali Terulang, PPP Makin Sulit ke Senayan
2. Tidak menjalankan pelembagaan partai. Demokrasi internalnya tidak jalan.
"Para pengurus yang berkuasa cenderung tidak menempatkan konstitusi dan aturan partai sebagai aturan tertinggi di partai," ungkapnya.
Akibatnya, lanjut dia, konflik dan kompetisi, termasuk perebutan ketua umum, dilakukan dengan cara adu kuat. Tidak didasarkan atas aturan main yang disepakati.
3. Tidak ada lagi figur yang dihormati dan disegani semua faksi. Figur terakhir yang cukup disegani dan dihormati adalah Mbah Maimoen, yang lebih berfungsi sebagai figur spiritual.
Djayadi mengatakan, setelah KH Maimoen Zubair wafat, praktis tak ada lagi figur yang bisa jadi rujukan para penguasa PPP, terutama kalau ada konflik internal.
Baca juga: Dualisme Kembali Terulang, PPP Makin Sulit ke Senayan
2. Tidak menjalankan pelembagaan partai. Demokrasi internalnya tidak jalan.
"Para pengurus yang berkuasa cenderung tidak menempatkan konstitusi dan aturan partai sebagai aturan tertinggi di partai," ungkapnya.
Akibatnya, lanjut dia, konflik dan kompetisi, termasuk perebutan ketua umum, dilakukan dengan cara adu kuat. Tidak didasarkan atas aturan main yang disepakati.
3. Tidak ada lagi figur yang dihormati dan disegani semua faksi. Figur terakhir yang cukup disegani dan dihormati adalah Mbah Maimoen, yang lebih berfungsi sebagai figur spiritual.
Djayadi mengatakan, setelah KH Maimoen Zubair wafat, praktis tak ada lagi figur yang bisa jadi rujukan para penguasa PPP, terutama kalau ada konflik internal.
Lihat Juga :