Adakah Masa Depan Kemerdekaan untuk Palestina?

Sabtu, 27 September 2025 - 09:17 WIB
loading...
A A A
Pidato yang telah disampaikan oleh para pemimpin nasional dan oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas menawarkan lebih dari sekadar sikap diplomatik. Dalam pidato onlinenya di PBB dan KTT dua negara, Presiden Abbas memanfaatkan momentum diplomatik ini. Dia menegaskan "langkah-langkah permanen untuk mengakhiri bencana kemanusiaan dan pendudukan," dan memanggil "Deklarasi New York", yang telah didukung sebelumnya.

Dia menuntut gencatan senjata permanen, pembebasan semua sandera dan tahanan, penarikan Israel dari Gaza, dan rekonstruksi melalui konferensi internasional. Yang terpenting, dia menegaskan kembali bahwa Hamas seharusnya tidak memainkan peran dalam pemerintahan masa depan dan harus menyerahkan senjatanya kepada Otoritas Palestina.

Menurutnya, lebih jauh, negara bersatu di bawah satu otoritas yang sah sangat penting untuk melestarikan jalan yang kredibel menuju kemerdekaan. Pidato Abbas mencerminkan tema berulang dalam diplomasi PBB: persatuan, reformasi, dan legitimasi internasional sebagai prasyarat untuk menjadi negara.

Tetapi kata-katanya juga mengemukakan ketegangan: untuk memuaskan konstituen internal Palestina dan pendukung internasional, ia harus menyeimbangkan tuntutan yang berani dengan jaminan pengekangan dan reformasi. Sementara itu, pidato banyak negara pendukung pada Majelis Umum tersebut mengungkapkan kehendak global tentang momentum diplomatik yang sangat condong ke pro-Palestina.

Misalnya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan dukungan pada penyelesaian Palestina dengan solusi dua negara. Bahkan, jika Israel mengakui kemerdekaan Palestina, Indonesia akan mengakui negara Israel, dan juga siap mengerahkan pasukan perdamaian. Singkatnya, pengakuan massal atas kenegaraan Palestina telah menandai pergeseran norma.

Pergeseran ini penting secara simbolis. Karena pengakuan sejumlah negara akan memperkuat klaim Palestina di forum internasional dan menggarisbawahi bagaimana sentimen populer telah bergerak tegas mendukung solusi dua negara. Namun, asa perdamaian yang disuarakan dunia sedang dihadang batu ujian kesangsian: pemerintah Israel, yang didukung oleh Amerika Serikat, terus menolak pengakuan negara Palestina dan memveto kemajuan serius yang terjadi di lapangan.

Pernyataan Israel di PBB dan di ibukota sekutu terus menolak negara Palestina secara langsung. Pemerintah Netanyahu dalam pidato di Majelis tersebut, ditandai walkout banyak negara, bersikeras bahwa setiap langkah semacam itu menghargai terorisme dan membahayakan keamanan Israel.

Meskipun tidak selalu menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB, postur diplomatik pemerintahan Netanyahu tetap menjadi salah satu penolakan tegas. Selain itu, Duta Besar Israel untuk PBB telah mengkritik inisiatif pro-Palestina sebagai merusak negosiasi. Dalam nada yang sama, Presiden AS Donald Trump menggunakan pidato PBB-nya untuk mengkritik gagasan mengakui Palestina, menyebutnya sebagai "memberi penghargaan kepada Hamas" dan mencap PBB sebagai tidak efektif. Dia berpendapat bahwa mengakui Palestina akan mengacaukan prospek perdamaian. Pandangan ini menggarisbawahi pentingnya veto AS yang berkelanjutan di Dewan Keamanan PBB—tanpa persetujuan AS, keanggotaan penuh PBB untuk Palestina tetap diblokir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Pasar Distrust?
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Kemenhut-ITTO Perkuat...
Kemenhut-ITTO Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari dan Industri Kayu Tropis
Pengamat Timur Tengah:...
Pengamat Timur Tengah: Trump Incar Selat Hormuz sebagai Center Gravity Iran
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Rekomendasi
Asprov PSSI Banyak Dipimpin...
Asprov PSSI Banyak Dipimpin Plt Ketua, Tata Kelola Federasi Dipertanyakan
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Berita Terkini
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved