Adakah Masa Depan Kemerdekaan untuk Palestina?

Sabtu, 27 September 2025 - 09:17 WIB
loading...
A A A
Hemat penulis, masa depan Palestina akan ditentukan sejumlah faktor terkait. Pertama, ketahanan rakyatnya. Terlepas dari pembatasan, pengungsian, dan perampasan, generasi baru Palestina terus menegaskan identitas dan menuntut hak merekaguna hidup bebas di tanah mereka. Mereka menolak untuk dihapus oleh rekayasa demografis atau strategi pendudukan. Kedua adalah solidaritas masyarakat internasional.

Protes global dan gerakan sipil mengungkapkan bahwa Palestina tidak lagi dipandang semata-mata sebagai masalah geopolitik, tetapi sebagai masalah universal hak asasi manusia. Namun, tantangan internal tidak dapat diabaikan. Perpecahan politik antara faksi-faksi Palestina acap melemahkan suara kolektif mereka dalam diplomasi internasional. Tanpa rekonsiliasi, sulit untuk membayangkan Palestina menegosiasikan kebebasan mereka.

Berdasarkan lanskap dan isi pidato pada majelis umum PBB, terdapat tiga lintasan yang masuk akal untuk masa depan Palestina: Pertama, usulan solusi dua negara. Ini tetap menjadi model yang paling banyak didukung di forum internasional dan di antara banyak pidato di sidang Majelis.

Kedua, status quo yang diperpanjang. Dalam skenario ini, Palestina tetap menjadi satu negara yang menunggu: pengakuan parsial, otonomi terbatas, ketergantungan besar pada bantuan internasional, dan pendudukan yang sedang berlangsung. Banyak pemimpin di PBB tampaknya menerima ini sebagai default penggantian jika opsi pertama gagal. Momentum pengenalan bisa terhenti atau membalik di bawah tekanan. Israel mungkin melanjutkan perluasan permukiman dan kontrol militer, dan perpecahan di antara Palestina semakin dalam.

Ketiga, struktur alternatif (Konfederasi, Negara Tunggal, atau Federasi). Ketika kelangsungan hidup solusi dua negara konvensional terkikis, model baru mungkin terbit. Beberapa suara, terutama di antara masyarakat sipil Palestina, berpandangan untuk satu negara bi-nasional atau pendekatan konfederatif dengan hak yang dijamin.

Sedangkan yang lain menyarankan federasi dengan perlindungan lintas batas. Sementara model semacam itu sebagian besar berada di luar pidato arus utama PBB, mereka mungkin mendapatkan daya tarik jika Israel dan kepemimpinan Palestina yang bersatu tidak melihat jalan alternatif.

Sebagai pungkasan, harapan kemerdekaan untuk Palestina adalah harapan umat manusia yang mendambakan perdamaian. Karenanya, dunia (negara-negara) yang menolak self-determinasi Palestina berarti mentolerir satu bangsa yang hidup tanpa kebebasan, dan juga mereka mengkhianati prinsip keadilan.

Masa depan Palestina bukan hanya tentang perbatasan yang termaktub di peta, melainkan juga tentang martabat manusia. Jika masyarakat internasional benar-benar mencari perdamaian abadi, tidak ada alternatif selain memastikan bahwa rakyat Palestina suatu hari dapat hidup bebas di tanah air mereka.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Pasar Distrust?
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Rekomendasi
BSI Scholarship Pelajar...
BSI Scholarship Pelajar 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Jadwal Pendaftarannya
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
Berita Terkini
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Gerindra Dorong Evaluasi Total Sistem Pengawas Internal Kejaksaan
Ungkap Asal Usul Ide...
Ungkap Asal Usul Ide KDMP, Prabowo: Agar Rakyat Tak Terjerat Lintah Darat
Sahroni: Komisi III...
Sahroni: Komisi III Awasi Langsung Penggeledahan Kasus Febrie sebagai Bentuk Transparansi Hukum
Pakar: Penanganan Kasus...
Pakar: Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Jadi Ujian Besar bagi Kejagung
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved