Reformasi Polri, Dino Patti Djalal Sampaikan Pesan 3 Petuah Rakyat

Minggu, 14 September 2025 - 23:04 WIB
loading...
A A A
"Yang saya maksud dengen industri hitam hukum ini adalalah suatu ekosistem di mana banyak penjahat yang berkolusi dengan oknum-oknum berbagai institusi, polisi, kejaksaan, peradilan, birokrasi dan lain sebagainya," paparnya.

Bagaimana caranya melawan industri hitam ini? Banyak cara. Hapuskan stigma yang ada di masyarakat bahwa kalau mau berurusan dengan Polisi harus siapkan duit, Jangan ada puisi yang menjadikan hukum sebagai komoditas bisnis yang bisa dijual untuk memperkaya diri.

Ingat teladan dan pengabdian total yang dicontohkan oleh Kapolri Hoegeng Imam Santoso.

"Begitu hukum bisa dibeli pasti keadilan akan hancur. Karena yang menang adalah mereka yang bisa membayar paling tinggi. Polisi tidak bisa menerima sogokan untuk memberikan apapun dari tersangka atau penjahat. Karena kau ini terbongkar polisi dan penjahat pasti akan saling melindungi,".

Ingat begitu polisi berkolusi dengan penjahat maka otomatis polisi tersebut akan menjadi penjahat, dan ini berarti dia bukan lagi polisi tapi adalah penjahat yang berjubah polisi.

Polisi juga harus mengikis habis praktik korupsi 1 unit, di mana walaupun pemimpin atau anggota dalam satu unit namun diganti-ganyi praktek korupsi dan jual beli hukum terus berlangsung karena sudah merupakan hal yang baku di unit tersebut sejak lama.

Polisi juga harus mengusut semua kasus sampai tuntas. Jangan kalau ada 10 tersangka misalnya yang diproses hanya 8 sementara sisanya yang 2 dibebaskan oleh oknum yang bisa dibeli.

Dalam menangani setiap perkara tidak boleh ada polisi yang bermain di dua kaki, di mana oknum polisi meminta dan menerima uang dari korban dan juga dari tersangka secara bersamaan. Jangan pula ada polisi yang gemar memelihara kasus untuk jangka waktu yang lama dengan tujuan oknum polisi tersebut dapat menerima pembayaran dari kedua belah pihak selama mungkin.

Polisi juga harus netral dan politik. Polisi harus peka terhadap politik tetapi tidak boleh tidak boleh ada polisi yang melobi partai politik untuk mendapatkan promosi jabatan karena akan menimbulkan kolusi yang buruk antar keduanya.

Polisi harus tegas menepis ajakan parpol manapun untuk membantu mereka dalam kontestasi politik.

"Singkatnya mengingat sangat besar, polisi harus netral dan steril terhadap politik. Bersihkan juga sistem rekrut polisi agar 100% berdasarkan meritokrasi. Kalau ada orang yang bersedia membayar ratusan juta bahkan miliaran rupiah untuk diterima masuk Polri Ini bukan saja tidak wajar, namun juga berbahaya. Karena berarti dia masuk untuk semata-mata mencari kekayaan pribadi dan seumur karirnya di Polri akan bekerja menjual hukum untuk mencari uang dan bukan untuk untuk menegakkan hukum dan melawan kejahatan."

Peran Propam juga harus dijaga dan bahkan selalu ditingkatkan. selalu Propam itu apa? Propam itu polisinya polisi.

"Terlepas dari krisis yang menimpa Propam 2 tahun lalu, Propam tetap adalah unit yang paling ditakuti dan umumnya berisi polisi yang cemerlang dan berintegritas. Sistem promosi Polri juga perlu diprioritaskan agar kompetensi dan integritas sama menjadi ukuran utama untuk polisi yang kompeten. Polisi banyak polisi yang kompeten banyak, tapi polisi yang kompeten dan jujur belum sebanyak itu.

Polisi yang mempunyai uang puluhan miliar dalam rekeningnya, padahal gajinya hanya Rp20 atau Rp33 per bulan ini adalah suatu yang tak wajar. Kecuali ia bisa menjelaskan bahwa hartanya tersebut halal dan dari mana datangnya.

Polisi juga harus menerapkan kearifan dalam menegakkan hukum polisi harus menjauhkan maindset yang otoriter. KUHAP yang akan berlaku tahun 2002 misalnya mengandung pasal-pasal yang bisa disalahgunakan sehingga bisa mengakibatkan situasi social yang toxic.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat 4 Pati Polri Jadi Komjen, Ini Daftar Lengkapnya
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Evaluasi untuk Wujudkan Harapan Warga
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Rekomendasi
Fenomena Baru Investasi:...
Fenomena Baru Investasi: Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor RI Melonjak
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa FEB UNIS Tangerang dengan Edukasi Investasi Syariah dan Pelindungan Konsumen
Gol Tah Dianulir VAR...
Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
Berita Terkini
Polda Metro Bakal Limpahkan...
Polda Metro Bakal Limpahkan Kurnia Tri Royani, Rustam Effendi, dan Rizal Fadillah ke Kejati DKI
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
Dipercaya 23,3 Juta...
Dipercaya 23,3 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro, PNM Ungkap Pentingnya Integritas
Profil Nadiem Makarim,...
Profil Nadiem Makarim, Menteri Era Jokowi yang Divonis 10 Tahun Penjara
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Ketika Gen Z Membawa...
Ketika Gen Z Membawa Orang Tua ke Ruang Interview
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved