Reformasi Polri, Dino Patti Djalal Sampaikan Pesan 3 Petuah Rakyat
Minggu, 14 September 2025 - 23:04 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai contoh kasus yang dulu menimpa musisi Ariel mungkin sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun pemenjaraan Ariel tidak sesuai dengan rasa keadilan.
Di sini kita semua perlu hati-hati agar tidak terjadinya kemunafikan sistemik. Di mana akan banyak orang terjerat hukum untuk hal-hal yang sebenarnya ranah pribadi yang bukan urusan pemerintah.
Sementara penegak hukum yang menjerat mereka juga banyak yang melakukan hal yang persis sama dalam kehidupan pribadi mereka.
Petuah ketiga, di abad ke-21 dan menghadapi berbagai tantangan yang sangat berat perlu memperkuat sense of purpose-nya. Saya sangat apresiasi program presisi yang diluncurkan oleh Kapolri untuk membenahi polri.
"Saya ada usul tambahan, sebagai rakyat dan sebagai pembayar pacar saya menganjurkan agar polisi dapat ditanamkan sebagai etos kerja dan jati diri sebagai nation builder mengingat posisinya sebagai institusi yang paling strategis menentukan keamanan keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia."
Lebih spesifik lagi di abad ke-21 polisi perlu memposisikan dirinya bukan saja sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai pembela demokrasi dan pelindung reformasi. Ini berarti semua Kapolri harus mempunya sikap sebagai negarawan.
Polri juga perlu mempunyai tujuan strategis untuk menyongsong Indonesia emas di tahun 2045 yaitu untuk menjadi lembaga nasional yang paling dipercaya dan dicintai rakyat. Sekaligus polisi profesional yang paling bersih di Asia Tenggara.
Di tahun 2004 NKRI harus bisa mewujudkan supremasi hukum secara total di mana yang menjadi panglima adalah hukum, bukan politik atau ekonomi.
Saya paham mungkin banyak orang yang skeptis apakah ini bisa tercapai. Namun saya optimis. Lihat saja sektor perbankan kita yang sebelum krismon tahun 1997 amburadul, minim peraturan minim kredibilitas.
Namun setelah dibenahi secara gigih, kini telah berubah menjadi sektor yang paling padat dengan kepatuhan kepatutan dan transparansi dan semuanya untuk menjaga kepercayaan publik terhadap bank.
Hal yang sama juga terjadi pada TNI yang sewaktu gejolak reformasi tahun 1998 sempat babak belur. Namun kemudian TNI berhasil berbenah diri, sehingga kembali menjadi salah satu lembaga yang paling dihormati dan dipercaya di Indonesia.
Saya yakin kalau dilaksanakan secara serius sistematis dan konsisten, Polri dapat mencapai semua hal ini dalam waktu satu generasi ke depan.
Dengan demikian, pertama setiap polisi harus memahami posisi strategisnya dalam perjalanan NKRI dan harus melihatnya sebagai tanggung jawab yang berat.
Dua, polisi harus menjadi bagian dari solusi untuk meruntuhkan industri hitam hukum yang masih merajalela di negara kita.
Ketiga, polisi harus memiliki etos untuk menjadi national builder dan berambisi untuk menjadi bersih dan paling dipercaya oleh rakyat sewaktu Indonesia emas 2045 nanti.
Di sini kita semua perlu hati-hati agar tidak terjadinya kemunafikan sistemik. Di mana akan banyak orang terjerat hukum untuk hal-hal yang sebenarnya ranah pribadi yang bukan urusan pemerintah.
Sementara penegak hukum yang menjerat mereka juga banyak yang melakukan hal yang persis sama dalam kehidupan pribadi mereka.
Petuah ketiga, di abad ke-21 dan menghadapi berbagai tantangan yang sangat berat perlu memperkuat sense of purpose-nya. Saya sangat apresiasi program presisi yang diluncurkan oleh Kapolri untuk membenahi polri.
"Saya ada usul tambahan, sebagai rakyat dan sebagai pembayar pacar saya menganjurkan agar polisi dapat ditanamkan sebagai etos kerja dan jati diri sebagai nation builder mengingat posisinya sebagai institusi yang paling strategis menentukan keamanan keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia."
Lebih spesifik lagi di abad ke-21 polisi perlu memposisikan dirinya bukan saja sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai pembela demokrasi dan pelindung reformasi. Ini berarti semua Kapolri harus mempunya sikap sebagai negarawan.
Polri juga perlu mempunyai tujuan strategis untuk menyongsong Indonesia emas di tahun 2045 yaitu untuk menjadi lembaga nasional yang paling dipercaya dan dicintai rakyat. Sekaligus polisi profesional yang paling bersih di Asia Tenggara.
Di tahun 2004 NKRI harus bisa mewujudkan supremasi hukum secara total di mana yang menjadi panglima adalah hukum, bukan politik atau ekonomi.
Saya paham mungkin banyak orang yang skeptis apakah ini bisa tercapai. Namun saya optimis. Lihat saja sektor perbankan kita yang sebelum krismon tahun 1997 amburadul, minim peraturan minim kredibilitas.
Namun setelah dibenahi secara gigih, kini telah berubah menjadi sektor yang paling padat dengan kepatuhan kepatutan dan transparansi dan semuanya untuk menjaga kepercayaan publik terhadap bank.
Hal yang sama juga terjadi pada TNI yang sewaktu gejolak reformasi tahun 1998 sempat babak belur. Namun kemudian TNI berhasil berbenah diri, sehingga kembali menjadi salah satu lembaga yang paling dihormati dan dipercaya di Indonesia.
Saya yakin kalau dilaksanakan secara serius sistematis dan konsisten, Polri dapat mencapai semua hal ini dalam waktu satu generasi ke depan.
Dengan demikian, pertama setiap polisi harus memahami posisi strategisnya dalam perjalanan NKRI dan harus melihatnya sebagai tanggung jawab yang berat.
Dua, polisi harus menjadi bagian dari solusi untuk meruntuhkan industri hitam hukum yang masih merajalela di negara kita.
Ketiga, polisi harus memiliki etos untuk menjadi national builder dan berambisi untuk menjadi bersih dan paling dipercaya oleh rakyat sewaktu Indonesia emas 2045 nanti.
(shf)
Lihat Juga :