DKI PSBB Lagi, PKPI: Kali Ini Harus Sampai Tuntas

Sabtu, 12 September 2020 - 04:16 WIB
loading...
DKI PSBB Lagi, PKPI:...
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ketua Bidang Kesehatan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ( PKPI ) Dr. Edi Prasetyo meminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kali ini lebih serius jika ingin memberlakukan PSBB kembali dan tidak mengulangi kesalahan yang lalu.

"Jakarta terpaksa kembali menerapkan PSBB karena kegagalan pemprov menerapkan aturan PSBB secara konsisten. Salah satunya terlihat dari diizinkannya kerumunan untuk kegiatan demo, orasi dan deklarasi, serta dihapusnya ganjil-genap yang membuat cluster angkutan umum. Yang salah ya pemprov sendiri," kata Edi kepada SINDOnews, Jumat (11/9/2020). (Baca juga: DKI Jakarta Perketat PSBB, Kemensos Fokus pada Distribusi Bansos yang Sedang Berjalan)

Edi berharap, PSBB kali ini harus dilaksanakan sampai tuntas. Dia mengingatkan, pelaksanaannya tidak plin-plan, maksudnya jangan sebelum terasa manfaatnya sudah direlaksasi, kemudian nanti diberlakukan lagi. "Rakyat bingung, tenaga kesehatan juga bingung, serta justru membahayakan," ujarnya. (Baca juga: Jokowi Sebut Pembatasan Sosial Berskala Mikro Lebih Efektif Tekan Covid-19)

Di sisi lain, Edi juga menilai lemahnya koordinasi dan komunikasi antarpemerintah daerah sebagai penyebab gagalnya penanganan pandemi Covid-19. "Jakarta itu secara fungsional tidak bisa dipisahkan dari Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Oleh karena itu, Pemprov DKI harusnya lebih proaktif konsultasi ke mereka, seperti di jaman gubernur sebelumnya. Seharusnya, rencana Pemprov DKI yang berdampak kepada wilayah penyangga dikoordinasikan terlebih dahulu," ujarnya. (Baca juga: Hari Ini, Pasien COVID-19 Dalam Perawatan Bertambah 2.373 Orang)

PKPI juga menyoroti besarnya anggaran pemerintah yang diperlukan untuk penanganan pandemi. "Jangan sampai uang tersebut kembali terbuang percuma. Belum lagi beban ekonomi rakyat," tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KLH Bakal Pidanakan...
KLH Bakal Pidanakan Pelanggar Tata Kelola Sampah di TPST Bantargebang
13 Orang Jadi Korban...
13 Orang Jadi Korban Longsor Bantar Gebang, Menteri LH Bakal Denda dan Pidana Pengelola
Multi Pemangku Kepentingan...
Multi Pemangku Kepentingan untuk Jaga Jakarta Bersih
Curah Hujan Tinggi,...
Curah Hujan Tinggi, Prabowo Minta Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Ditambah
IGA 2025 Resmi Dibuka,...
IGA 2025 Resmi Dibuka, Kepala BSKDN Tekankan Pentingnya Replikasi Inovasi
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Rekomendasi
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
Berita Terkini
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Infografis
Orangtua Harus Waspada,...
Orangtua Harus Waspada, Ini Gejala Mycoplasma Pneumonia pada Anak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved