Merayakan Maulid Nabi, Merayakan Persaudaraan Manusia

Jum'at, 05 September 2025 - 10:47 WIB
loading...
A A A
Bagi minoritas Muslim, ini bisa menjadi kesempatan untuk menyoroti pesan universal Islam tentang welas asih dalam masyarakat di mana Muslim sering disalahpahami. Bagi umat manusia secara umum, kehidupan Nabi tetap menjadi kesaksian bahwa keyakinan spiritual dapat hidup berdampingan dengan belas kasihan, kerendahan hati, dan keadilan universal. Hemat penulis, mengarah pada persaudaran manusia.

Perayaan Mawlid juga mewakili kontinuitas (kesinambungan). Dalam merayakan kelahiran Nabi, Muslim terhubung dengan tradisi berabad-abad—puisi, beasiswa, musik, dan penceritaan yang berusaha menjaga ingatannya tetap hidup. Jauh dari ritual yang stagnan, ia adalah warisan hidup yang melintasi ruang dan waktu.

Namun, ujian sebenarnya adalah apakah perayaan semacam itu tetap terikat pada substansi. Pemujaan pada ritual tanpa etika berisiko merobek iman. Tetapi ritual yang bermakna dapat memperkuat kohesi komunitas, menginspirasi tindakan moral, dan menjembatani perpecahan. Bayangkan jika setiap pertemuan Mawlid berakhir tidak hanya dengan doa tetapi dengan komitmen nyata untuk amal, pengelolaan lingkungan, perdamaian dan persaudaraan manusia. Itu akan menjadi warisan Nabi dalam tindakan.

Dunia tidak pernah kekurangan festival; namun kekurangan pemimpin yang mewujudkan kasih sayang. Nabi Muhammad adalah pemimpin yang menunjukkan welas asih.

Hari ulang tahunnya, kemudian, bukan festival yang megah, tetapi tentang mengingat bahwa kekuatan transformatif terletak pada belas kasihan dan keadilan. Di zaman pascakebenaran (post truth), kisah hidupnya mengingatkan kita bahwa kerendahan hati dapat menyertai kebesaran, dan bahwa iman, ketika dijalani dengan tulus, dapat membentuk kembali masyarakat menjadi lebih baik.

Ketika umat Islam di seluruh dunia menandai kelahiran Nabi tahun ini, pertanyaannya bukanlah apakah Mawlid diperbolehkan atau seberapa spektakuler perayaan itu seharusnya dilakukan. Pertanyaannya menjadi lebih sederhana, namun jauh lebih menuntut: bagaimana kita menghormati sang nabi dalam kehidupan yang kita jalani?
Jawabannya tidak akan ditemukan dalam pengajian, parade atau puisi saja, tetapi dalam apakah tindakan kita menggemakan pesannya—persaudaraan manusia.

Dengan pemaknaan seperti ini, Mawlid lebih dari sekadar rutinitas ritual tanpa makna sosial. Ini adalah undangan untuk mengingat nabi SAW tidak hanya dengan pengajian, parade dan pembacaan puisi rindu, tetapi dengan perbuatan kita apakah masih sektarian atau sudah mengarah pada persaudaraan manusia. Selamat merayakan Maulid Nabi di manapun.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Status Quo Jabatan Fungsional...
Status Quo Jabatan Fungsional ASN
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
Tumbangkan Jerman, Paraguay...
Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Rekomendasi
AS dan Portugal Tersingkir,...
AS dan Portugal Tersingkir, Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 Ambruk
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
Berita Terkini
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Geledah Kafe deClan,...
Geledah Kafe de'Clan, Polri Temukan Brankas Besar di dalam Tembok
Kala Prabowo Dipuji...
Kala Prabowo Dipuji Modi, Seorang Presiden juga Prajurit yang Paham Perencanaan
Penggeledahan Kafe dan...
Penggeledahan Kafe dan Money Changer di Cipete Dikawal Brimob Bersenjata
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved