Pajak dan Zakat dalam Perspektif Keadilan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:58 WIB
loading...
A A A
Keberadaan zakat sebagai instrumen redistribusi kekayaan dapat dilihat sebagai sistem yang lebih adil karena tidak hanya berdasarkan prinsip kewajiban individu, tetapi juga bertujuan untuk mencapai kesejahteraan sosial yang lebih merata.

Zakat mendorong individu yang lebih mampu untuk berbagi dengan yang kurang mampu, sehingga menciptakan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini berbeda dengan pajak yang lebih bersifat kolektif dan dikelola oleh negara, yang tidak selalu langsung mencakup kebutuhan individu dalam masyarakat yang rentan.

Selain itu, zakat juga memiliki nilai moral dan spiritual yang lebih kuat dibandingkan pajak. Dalam Islam, menurut Yusuf al Qaradhawi dalam magnum opus-nya, Fiqhu Zakat, menjelaskan zakat adalah kewajiban agama yang tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial-ekonomi, tetapi juga dimaksudkan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Ini memberi dimensi kedalaman yang tidak dimiliki oleh pajak.

Mengeluarkan zakat dianggap sebagai bagian dari ibadah, yang dapat membersihkan harta dan memberikan keberkahan. Oleh karena itu, zakat bukan hanya soal redistribusi kekayaan, tetapi juga menegaskan nilai-nilai keadilan yang berlandaskan pada solidaritas sosial yang lebih mendalam.

Salah satu kritik yang dapat diajukan terhadap pernyataan Sri Mulyani adalah bahwa meskipun pajak dan zakat memiliki tujuan yang serupa, yaitu mencapai keadilan sosial, keduanya bekerja dalam kerangka yang berbeda. Pajak, sebagai instrumen negara, berfungsi untuk memenuhi kewajiban fiskal negara. Sementara zakat lebih berfokus pada kewajiban moral dan agama individu.

Dengan demikian, meskipun keduanya bertujuan untuk mendistribusikan kekayaan, peran masing-masing instrumen dalam mewujudkan keadilan sosial sangat berbeda dalam hal pelaksanaannya dan dampaknya terhadap kelompok miskin dan rentan.

Lebih lanjut, dalam perspektif keadilan sosial, kritik terhadap pajak konvensional adalah bahwa ia sering kali bersifat regresif, terutama melalui beban PPN yang diterapkan pada barang dan jasa konsumsi sehari-hari. Pajak jenis ini, meskipun bersifat seragam, sering kali lebih memberatkan mereka yang berpendapatan rendah karena mereka menghabiskan sebagian besar penghasilannya untuk konsumsi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Wakaf, BWI Dorong Sertifikasi Nazir secara Masif
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
Rekomendasi
Indonesia Lampaui Target...
Indonesia Lampaui Target di Kejuaraan Tinju Asia U-19 & U-23 2026, Raih 7 Medali
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Berita Terkini
Cetak Kades Berkualitas,...
Cetak Kades Berkualitas, Kemendagri Gelar Program Kepala Desa Masuk Kampus
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Etik Suryani dan Kepala Dinas PU, Sejumlah Dokumen Disita
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Dekopin Siap Kawal Amanat...
Dekopin Siap Kawal Amanat Presiden Prabowo Jadikan Koperasi Motor Utama Ekonomi Rakyat
9 Jam Diperiksa KPK,...
9 Jam Diperiksa KPK, Bobby Rizaldi Dukung Penegakan Hukum Kasus Muara Enim
Gus Lilur Usulkan Mahfud...
Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved