10 Isu Publik yang Jadi Perhatian DPR: Pemblokiran PPATK hingga Royalti Lagu
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
10. Pelaksanaan royalti hak cipta lagu.
Pada kesempatan itu, Puan juga menyinggung fenomena kritik rakyat yang kini bermunculan di media sosial (medsos) seperti seperti Kabur Aja Dulu hingga bendera One Piece.
Media sosial kini menjadi corong publik untuk menyampaikan aspirasi, keresahan, hingga sindiran politik. “Kalimat seperti Kabur Aja Dulu, sindiran tajam Indonesia Gelap, lelucon politik negara Konoha, hingga simbol-simbol baru seperti bendera One Piece dan banyak lagi menyebar luas di ruang digital,” kata Puan.
Fenomena ini menunjukkan aspirasi dan keresahan masyarakat kini digunakan sesuai zaman. “Bagi para pemegang kekuasaan, semua suara rakyat yang kita dengar bukan lah sekadar kata atau gambar. Di balik setiap kata ada pesan, di balik pesan ada keresahan, dan di balik keresahan itu ada harapan," ujarnya.
Puan meminta para pemegang kekuasaan tidak hanya mendengar, tapi juga memahami kritik, serta meresponsnya dengan hati jernih dan pikiran terbuka. "Kritik tidak boleh menjadi bara yang membakar persaudaraan atau api yang memecah belah bangsa. Kritik harus menjadi cahaya yang menerangi jalan kita bersama," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Puan juga menyinggung fenomena kritik rakyat yang kini bermunculan di media sosial (medsos) seperti seperti Kabur Aja Dulu hingga bendera One Piece.
Media sosial kini menjadi corong publik untuk menyampaikan aspirasi, keresahan, hingga sindiran politik. “Kalimat seperti Kabur Aja Dulu, sindiran tajam Indonesia Gelap, lelucon politik negara Konoha, hingga simbol-simbol baru seperti bendera One Piece dan banyak lagi menyebar luas di ruang digital,” kata Puan.
Fenomena ini menunjukkan aspirasi dan keresahan masyarakat kini digunakan sesuai zaman. “Bagi para pemegang kekuasaan, semua suara rakyat yang kita dengar bukan lah sekadar kata atau gambar. Di balik setiap kata ada pesan, di balik pesan ada keresahan, dan di balik keresahan itu ada harapan," ujarnya.
Puan meminta para pemegang kekuasaan tidak hanya mendengar, tapi juga memahami kritik, serta meresponsnya dengan hati jernih dan pikiran terbuka. "Kritik tidak boleh menjadi bara yang membakar persaudaraan atau api yang memecah belah bangsa. Kritik harus menjadi cahaya yang menerangi jalan kita bersama," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :