Bu Tejo dan Satire Pilkada

Jum'at, 11 September 2020 - 07:00 WIB
loading...
A A A
Sabotase Budaya Baik
Dalam waktu dekat pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak akan digelar dan saat ini tahapan pendaftaran calon kepala daerah sudah dimulai, sebagaimana dibanyak pemberitaan yang tersaji bahwa rivalitas politik sudah terjadi di masyarakat. Rivalitas politik merupakan hal yang wajar pada kontestasi politik, bahkan pilihan yang berbeda juga merupakan hal yang wajar. Masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa berbeda bukan berarti bermusuhan. Salah satu esensi dari demokrasi adalah menerima perbedaan pilihan.

Adegan ‘gosip’ Bu Tejo mengenai latar belakang keluarga sang kepala desa secara reflektif menunjukkan bahwa ‘black campaign’ masih terjadi di tengah masyarakat menjelang kontestasi politik. Dalam realitas masyarakat, khususnya pada masa kontestasi politik adanya budaya paguyuban yang baik justru hanya dipergunakan untuk mengumpulkan masa dan menyebarluaskan kampanye hitam baik terkait dengan isu personal lawan politik maupun sebagai ajang pelaksanaan kampanye uang (money politic).

Kuntjoroningrat (1990), menjelaskan bahwa budaya yang baik dapat merekatkan kembali masyarakat akibat adanya perbedaan di tengah masyarakat. Masyarakat dan para politisi harus menyadari bahwa budaya yang baik bukan untuk di eksploitasi demi mengumpulkan masa maupun kepentingan kampanye lainnya. Kerap kali kampanye politik pada masa pilkada menggunakan ‘modus’ menumpangi budaya yang baik demi tercapainya tujuan politik. Seperti lumrah disaksikan pada masa kampanye adanya kegiatan bakti sosial, kegiatan ibadah bersama, termasuk berbagai kegiatan yang mengeksploitasi empati masyarakat.

Sebagaimana dapat disaksikan dalam film Tilik bahwa budaya tilik yang seharusnya menjadi momen yang baik untuk membuat warga semakin erat justru kegiatan tilik membuat warga terbelah. Situasi tersebut secara reflektif menggambarkan kondisi masyarakat yang terbelah karena kontestasi politik. Hal ini dapat terjadi karena budaya baik yang seharusnya dipergunakan sebagai sarana membuat masyarakat semakin erat dan membentuk paguyuban di tengah masyarakat dieksploitasi demi kepentingan politik yang justru membuat masyarakat terbelah karena perbedaan pilihan politik. Masyarakat dalam hal ini perlu menyadari bahwa budaya yang baik perlu dilakukan secara tulus tanpa modus demi eratnya masyarakat dan agar tidak terbelah dengan adanya agenda politik seperti pilkada.

Pada aspek lainnya film Tilik memberi kesadaran bahwa masyarakat Indonesia sejatinya memiliki budaya yang baik untuk saling menjadi bagian satu sama lain, dalam konteks filosofis budaya tilik terbentuk karena masyarakat saling menjadi bagian satu sama lain. Hal tersebut merupakan salah satu ciri masyarakat paguyuban yang memiliki kebersamaan yang tinggi dan hubungan yang erat satu sama lain. Kondisi seharusnya merupakan modal yang baik bagi masyarakat untuk memiliki kebersamaan yang baik untuk tidak terpecah belah karena adanya agenda politik seperti pilkada yang akan dilaksanakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
FIFA: Cooling Break...
FIFA: Cooling Break Dihilangkan di Laga Meksiko vs Ekuador
Betrand Peto Akui Putus...
Betrand Peto Akui Putus dari Aqila, Singgung Adanya Pihak Ketiga
Kasus Penyekapan di...
Kasus Penyekapan di Bandung, Pakar IPB Jelaskan Coercive Control dan Dampaknya pada Korban
Berita Terkini
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
Roy Suryo Bawa Bukti...
Roy Suryo Bawa Bukti Potongan Video Penangkapannya di Sidang Praperadilan
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Prabowo: Hukum Tidak...
Prabowo: Hukum Tidak Boleh Menjadi Alat Balas Dendam Politik
HUT Ke-80 Bhayangkara,...
HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo: Polri Harus Jadi Kompas Setiap Insan Bhayangkara
3 Purnawirawan Polri...
3 Purnawirawan Polri Dianugerahi Pangkat Kehormatan: Sidarto Danusubroto, Taufiequrachman Ruki, dan Taufiq Effendi
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved