Bu Tejo dan Satire Pilkada
Jum'at, 11 September 2020 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Sebaliknya film Tilik juga memberikan kesadaran bahwa cara berpolitik dan cara menyajikan kontestasi politik di Indonesia masih melakukan eksploitasi dan sabotase terhadap budaya baik yang seharusnya dipergunakan untuk merekatkan masyarakat dari dampak terbelahnya masyarakat karena kontestasi politik. Masyarakat sebagai pemilih (voters) dan para politisi yang mengambil bagian dalam kontestasi politik perlu menyadari bahwa menyampaikan kebaikan bukan dengan melakukan eksploitasi dan sabotase terhadap budaya baik yang dimiliki oleh masyarakat.
Penggambaran karakter Bu Tejo digambarkan dengan sangat baik, terbukti dalam hal ini terjadi ‘keriuhan’ dan memancing komentar pro dan kontra masyarakat. Dalam hal ini sesungguhnya keriuhan masyarakat dan pro-kontra yang ada terkait karakter Bu Tejo dalam film Tilik justru akan memberi kesadaran pada masyarakat untuk kembali pada budaya yang baik, serta memanfaatkan budaya yang baik tersebut untuk membuat masyarakat semakin erat.
Film Tilik yang menjadi percakapan masyarakat belakangan ini justru dapat melahirkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga budaya baik dan semangat paguyuban pada masa kontestasi politik, yakni gelaran pilkada yang segera dilaksanakan dan kini telah memasuki tahapan persiapan dan pendaftaran calon. Riuhnya komentar masyarakat saat ini terkait karakter Bu Tejo dalam film Tilik sesungguhnya secara sosiologis berdampak positif pada masyarakat untuk melahirkan kesadaran akan budaya baik sebagai budaya yang menyatukan dan menjaga masyarakat dari ancaman keterbelahan sebagai akibat adanya kontestasi politik.
Penggambaran karakter Bu Tejo digambarkan dengan sangat baik, terbukti dalam hal ini terjadi ‘keriuhan’ dan memancing komentar pro dan kontra masyarakat. Dalam hal ini sesungguhnya keriuhan masyarakat dan pro-kontra yang ada terkait karakter Bu Tejo dalam film Tilik justru akan memberi kesadaran pada masyarakat untuk kembali pada budaya yang baik, serta memanfaatkan budaya yang baik tersebut untuk membuat masyarakat semakin erat.
Film Tilik yang menjadi percakapan masyarakat belakangan ini justru dapat melahirkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga budaya baik dan semangat paguyuban pada masa kontestasi politik, yakni gelaran pilkada yang segera dilaksanakan dan kini telah memasuki tahapan persiapan dan pendaftaran calon. Riuhnya komentar masyarakat saat ini terkait karakter Bu Tejo dalam film Tilik sesungguhnya secara sosiologis berdampak positif pada masyarakat untuk melahirkan kesadaran akan budaya baik sebagai budaya yang menyatukan dan menjaga masyarakat dari ancaman keterbelahan sebagai akibat adanya kontestasi politik.
(ras)