Pengawasan Manajemen Karier ASN
Kamis, 14 Agustus 2025 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
Terdapat beberapa tujuan manajemen talenta ASN sebagaimana diatur dalam pasal 2 Peraturan tersebut. Tujuan pertama yaitu untuk meningkatkan pencapaian tujuan strategis pembangunan nasional dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Tujuan kedua yaitu untuk menemukan dan mempersiapkan talenta terbaik untuk mengisi posisi kunci sebagai pemimpin masa depan (future leaders) dan posisi yang mendukung urusan inti organisasi (core business) dalam rangka optimalisasi pencapaian tujuan organisasi dan akselerasi pembangunan nasional.
Tujuan ketiga yaitu untuk mendorong peningkatan profesionalisme jabatan, kompetensi dan kinerja talenta, serta memberikan kejelasan dan kepastian karier talenta dalam rangka akselerasi pengembangan karier yang berkesinambungan.
Tujuan keempat yaitu untuk mewujudkan rencana suksesi (succession planning) yang objektif, terencana, terbuka, tepat waktu, dan akuntabel sehingga dapat memperkuat dan mengakselerasi penerapan Sistem Merit pada Instansi Pemerintah. Sedangkan tujuan kelima yaitu untuk memastikan tersedianya pasokan talenta untuk menyelaraskan ASN yang tepat dengan jabatan yang tepat pada waktu yang tepat berdasarkan tujuan strategis, misi dan visi organisasi. Tujuan terakhir atau keenam yaitu untuk menyeimbangkan antara pengembangan karier ASN dan kebutuhan instansi.
Namun, pada kenyataannya masih ditemukan penyimpangan-penyimpangan terhadap penerapan peraturan tersebut yang membuat kekecewaan dan bahkan menimbulkan rasa frustrasi ASN yang sesungguhnya memiliki potensi terbaik. Tahapan yang sudah diatur dalam peraturan tersebut nyaris tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tidak mengherankan apabila tiba-tiba terjadi adanya tahap penempatan bagi ASN tanpa melalui tahapan akuisisi, pengembangan atau retensi. Di lain pihak cukup banyak yang mengalami terhentinya proses setelah melalui tahapan akuisisi dan pengembangan.
Tujuan kedua yaitu untuk menemukan dan mempersiapkan talenta terbaik untuk mengisi posisi kunci sebagai pemimpin masa depan (future leaders) dan posisi yang mendukung urusan inti organisasi (core business) dalam rangka optimalisasi pencapaian tujuan organisasi dan akselerasi pembangunan nasional.
Tujuan ketiga yaitu untuk mendorong peningkatan profesionalisme jabatan, kompetensi dan kinerja talenta, serta memberikan kejelasan dan kepastian karier talenta dalam rangka akselerasi pengembangan karier yang berkesinambungan.
Tujuan keempat yaitu untuk mewujudkan rencana suksesi (succession planning) yang objektif, terencana, terbuka, tepat waktu, dan akuntabel sehingga dapat memperkuat dan mengakselerasi penerapan Sistem Merit pada Instansi Pemerintah. Sedangkan tujuan kelima yaitu untuk memastikan tersedianya pasokan talenta untuk menyelaraskan ASN yang tepat dengan jabatan yang tepat pada waktu yang tepat berdasarkan tujuan strategis, misi dan visi organisasi. Tujuan terakhir atau keenam yaitu untuk menyeimbangkan antara pengembangan karier ASN dan kebutuhan instansi.
Fenomena Penyimpangan
Apabila dicermati maka kebijakan dalam bentuk peraturan menteri tersebut memberikan harapan dan bahkan kepastian terhadap perwujudan SDM unggul yang dapat memastikan bertumbuh kembangnya pembangunan di berbagai sektor. Lebih lanjut, secara tidak langsung, kebijakan tersebut membuka pencerahan dan optimisme serta mimpi besar bagi ASN terutama yang memiliki potensi dengan talenta yang dipersyaratkan.Namun, pada kenyataannya masih ditemukan penyimpangan-penyimpangan terhadap penerapan peraturan tersebut yang membuat kekecewaan dan bahkan menimbulkan rasa frustrasi ASN yang sesungguhnya memiliki potensi terbaik. Tahapan yang sudah diatur dalam peraturan tersebut nyaris tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tidak mengherankan apabila tiba-tiba terjadi adanya tahap penempatan bagi ASN tanpa melalui tahapan akuisisi, pengembangan atau retensi. Di lain pihak cukup banyak yang mengalami terhentinya proses setelah melalui tahapan akuisisi dan pengembangan.
Lihat Juga :