Survei LSI Denny JA: 74,6% Publik Tak Percaya Isu Ijazah Palsu Jokowi
Rabu, 30 Juli 2025 - 23:10 WIB
loading...
A
A
A
"Di pemilih capres, ada sebesar 79,4% pemilih Prabowo Subianto yang menyatakan tak percaya isu ijazah palsu Jokowi, di pemilih Ganjar ada sebesar 67,9% yang tak percaya, dan di pemilih Anies meski masih mayoritas yang tak percaya dengan isu ijazah palsu Jokowi, namun angkanya lebih kecil yaitu sebesar 51,7%," kata Ardian Sopa.
Meskipun hanya 12,2% yang percaya Jokowi memiliki ijazah palsu, terdapat 22,6% responden yang menyatakan isu ini mempengaruhi kepercayaan mereka terhadap Jokowi. Ardian menjelaskan, ini menunjukkan bahwa daya rusak isu ini tidak hanya bersifat faktual, melainkan juga simbolik dan psikologis.
Kelompok yang paling terpengaruh berasal dari kalangan terpelajar, ekonomi menengah, serta masyarakat perkotaan—yakni kelompok yang aktif mengonsumsi informasi dan cenderung lebih kritis. Dari analisis demografis survei itu, pria lebih mudah terpengaruh dibanding wanita, dan warga kota lebih tinggi pengaruhnya dibanding desa.
Sedangkan kelompok usia yang lebih muda seperti Gen Z dan milenial juga mencatat angka terpengaruh yang cukup signifikan. "Dalam konteks elektoral, pemilih Anies mencatat tingkat pengaruh tertinggi (37,9%) dibanding pemilih Prabowo dan Ganjar yang cenderung lebih tahan terhadap isu ini," ujar Ardian Sopa.
LSI Denny JA mencatat tiga alasan utama mengapa mayoritas publik tidak percaya isu ijazah palsu Jokowi. Pertama, kepercayaan terhadap rekam jejak panjang Jokowi yang telah menempuh proses seleksi ketat dalam berbagai tahapan pencalonan kepala daerah hingga presiden.
Meskipun hanya 12,2% yang percaya Jokowi memiliki ijazah palsu, terdapat 22,6% responden yang menyatakan isu ini mempengaruhi kepercayaan mereka terhadap Jokowi. Ardian menjelaskan, ini menunjukkan bahwa daya rusak isu ini tidak hanya bersifat faktual, melainkan juga simbolik dan psikologis.
Kelompok yang paling terpengaruh berasal dari kalangan terpelajar, ekonomi menengah, serta masyarakat perkotaan—yakni kelompok yang aktif mengonsumsi informasi dan cenderung lebih kritis. Dari analisis demografis survei itu, pria lebih mudah terpengaruh dibanding wanita, dan warga kota lebih tinggi pengaruhnya dibanding desa.
Sedangkan kelompok usia yang lebih muda seperti Gen Z dan milenial juga mencatat angka terpengaruh yang cukup signifikan. "Dalam konteks elektoral, pemilih Anies mencatat tingkat pengaruh tertinggi (37,9%) dibanding pemilih Prabowo dan Ganjar yang cenderung lebih tahan terhadap isu ini," ujar Ardian Sopa.
LSI Denny JA mencatat tiga alasan utama mengapa mayoritas publik tidak percaya isu ijazah palsu Jokowi. Pertama, kepercayaan terhadap rekam jejak panjang Jokowi yang telah menempuh proses seleksi ketat dalam berbagai tahapan pencalonan kepala daerah hingga presiden.
Lihat Juga :