Ketidakpastian Semakin Tinggi, UMKM Penyangga Ekonomi?

Selasa, 29 Juli 2025 - 06:23 WIB
loading...
A A A
Di sisi lain, memanasnya kembali konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja pada pertengahan 2025 turut memperburuk ketidakstabilan kawasan Asia Tenggara. Bentrokan di wilayah perbatasan tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan pengungsian massal, tetapi juga mengganggu jalur perdagangan darat, distribusi energi, dan rantai pasok regional yang berdampak pada peningkatan biaya logistik. Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan kerentanan integrasi ekonomi ASEAN yang sangat dipengaruhi oleh stabilitas politik dan keamanan antarnegara anggotanya.

UMKM dan Ekonomi Indonesia

Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat dinamika geopolitik, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi lokomotor utama dalam menopang ketahanan ekonomi nasional. Lebih dari separuh UMKM Indonesia bergerak di sektor pertanian dan turunannya, termasuk industri makanan dan minuman, yang memiliki potensi besar sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Data Kompas (2025) mencatat bahwa kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 62,3%, dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 117 juta orang. Meski demikian, peningkatan produktivitas menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing dalam pasar domestik maupun global.

Sejatinya, koperasi memiliki peran penting sebagai agregator, penyedia pembiayaan, dan pendamping usaha. Penguatan koperasi sebagai mitra strategis UMKM harus diimbangi dengan peningkatan kualitas manajemen dan layanan. Selain itu, akses terhadap pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program-program pemberdayaan ekonomi rakyat harus diperluas agar UMKM dapat mengembangkan kapasitas produksinya secara berkelanjutan. Sinergi antara UMKM dan koperasi akan memperkuat daya tahan sektor informal sekaligus mendorong formalitas dan kepatuhan dalam berusaha.

Di samping itu, agar mampu bersaing dalam era digital dan rantai pasok global, UMKM perlu mulai mengadopsi teknologi menengah (mid-tech) yang aplikatif dan sesuai skala usaha. Mid-tech meliputi penerapan peralatan produksi sederhana yang efisien, sistem pencatatan digital, penggunaan platform e-commerce, serta strategi pemasaran berbasis media sosial. Teknologi dapat meningkatkan efisiensi biaya, kualitas produk, dan jangkauan pasar, tanpa memerlukan investasi besar yang sulit dijangkau UMKM kecil. Artinya, dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna, UMKM dapat mengembangkan produk bernilai tambah tinggi, lebih kompetitif, dan mampu menjangkau konsumen lintas wilayah.

Upaya mendorong UMKM sebagai motor utama ekonomi nasional memerlukan kebijakan yang terintegrasi, mulai dari akses pembiayaan, pelatihan teknis, digitalisasi, hingga penguatan kelembagaan seperti koperasi. Pada jangka panjang, transformasi ini akan memperkuat struktur ekonomi nasional yang lebih inklusif dan resilien. Pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil perlu membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM secara menyeluruh. Melalui orientasi pada inovasi dan produktivitas, UMKM Indonesia berpeluang besar menjadi pilar utama pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berbasis potensi lokal.

UMKM Menuju Pasar Global

Sebagai bagian dari strategi pembangunan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan, penguatan konektivitas regional juga menjadi langkah penting, khususnya melalui perluasan perdagangan antarnegara ASEAN. Meskipun banyak produk UMKM di kawasan ini memiliki kesamaan dari segi jenis, namun kekhasan lokal – baik dari sisi bahan baku, teknik produksi, maupun nilai budaya – dapat menjadi pembeda yang bernilai tinggi di pasar regional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Gencar Konsolidasi,...
Gencar Konsolidasi, Marselinus Minta Kader Perindo Palu Aktif Dampingi UMKM dan Peternak
Jay Singgih Dorong Pengusaha...
Jay Singgih Dorong Pengusaha Muda Papua Bersinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Rekomendasi
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Ruben Onsu Tunda Cicilan...
Ruben Onsu Tunda Cicilan Rumah Rp379 Juta dan Nafkah Anak Jelang Sidang, Ini Alasannya!
IU Tunda Konser dan...
IU Tunda Konser dan Album Baru karena Sakit Telinga Makin Parah
Berita Terkini
KPK Masih Periksa 8...
KPK Masih Periksa 8 Orang Terkait OTT Lombok Barat: Bupati, Kepala Dinas, hingga Sopir
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved