KSPI Sebut Masuknya 500 TKA China Seperti Membuka Borok Sendiri
Senin, 04 Mei 2020 - 01:58 WIB
loading...
A
A
A
“Maksudnya, kalau TKA sudah selesai dalam waktru 2-3 tahun akan ada tenaga kerja asal Indonesia yang bisa menggantikannya. Sehingga pekerjaan yang tadinya dikerjakan TKA bisa dikerjakan tenaga kerja asal Indonesia,” terang dia.
Said menduga, 500 TKA itu adalah pekerja kasar (unskill workers). Apalagi, perusahaan nikel tempat tujuan TKA tersebut sudah bertahun-tahun beroperasi di Indonesia. Wajar bila rasanya tidak masuk akal kalau tidak ada orang Indonesia yang tidak mampu atau tidak bersedia menempati posisi tersebut.
Terakhir, kedatangan 500 TKA China tesebut melukai dan menciderasi rasa keadilan buruh Indonesia. Apalagi saat pandemi corona, jutaan orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan.
“Darurat PHK terjadi di depan mata. Tetapi justru pekerjaan yang ada akan diserahkan ke asing. Semakin menyakitkan, sampai saat ini belum terlihat upaya sungguh-sungguh dari pemerintah untuk mencegah agar tidak terjadi PHK,” pungkasnya.
Said menduga, 500 TKA itu adalah pekerja kasar (unskill workers). Apalagi, perusahaan nikel tempat tujuan TKA tersebut sudah bertahun-tahun beroperasi di Indonesia. Wajar bila rasanya tidak masuk akal kalau tidak ada orang Indonesia yang tidak mampu atau tidak bersedia menempati posisi tersebut.
Terakhir, kedatangan 500 TKA China tesebut melukai dan menciderasi rasa keadilan buruh Indonesia. Apalagi saat pandemi corona, jutaan orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan.
“Darurat PHK terjadi di depan mata. Tetapi justru pekerjaan yang ada akan diserahkan ke asing. Semakin menyakitkan, sampai saat ini belum terlihat upaya sungguh-sungguh dari pemerintah untuk mencegah agar tidak terjadi PHK,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :