Darurat Cadangan Minyak Strategis

Jum'at, 25 Juli 2025 - 23:08 WIB
loading...
A A A

Sistem Cadangan Minyak Strategis Global

Secara global, kebijakan dan kapasitas Cadangan Minyak Strategis (CMS) menunjukkan betapa seriusnya negara-negara dalam mempersiapkan diri menghadapi krisis energi. Negara seperti Amerika Serikat menyimpan Cadangan Minyak Strategis mencapai 714 juta barel. Bahkan Amerika Serikat memiliki road map Cadangan Minyak Stategis secara khusus.

Kongres AS mengesahkan Energy Policy and Conservation Act (EPCA) tahun 1975 yang secara resmi mendirikan Strategic Petroleum Reserve (SPR) sebagai komponen vital keamanan energi nasional. Di Amerika Serikat Strategic Petroleum Reserve dioperasikan oleh Departemen Energi (DOE) dan terdiri dari empat situs penyimpanan utama yang terletak di dekat pesisir Teluk Meksiko, di negara bagian Texas dan Louisiana. Lokasi-lokasi itu dipilih karena kedekatannya dengan kilang minyak, pelabuhan, dan jaringan distribusi utama.

Sistem Cadangan Minyak Strategis menjadi model negara lain seperti Tiongkok, India, Jepang dan Korea. Tiongkok mengembangkan Cadangan Minyak Strategis dengan membangun kapasitas lebih dari 500 juta barel yang tersebar lebih dari 12 lokasi di sepanjang pesisir timur. Tiongkok membangun Cadangan Minyak Strategis dekat dengan pelabuhan besar dan zona industri, menunjukkan bahwa Cadangan minyak strategis Tiongkok bertujuan menopang stabilitas pasokan energi bagi sektor manufaktur dan logistik.

Sementara Jepang mewajibkan penyimpanan Cadangan minyak strategis setidaknya setara dengan 90 hari impor bersih, yang terdiri dari tiga komponen: cadangan pemerintah, cadangan industri, dan cadangan bersama internasional. Cadangan pemerintah disimpan dalam tangki darat di berbagai lokasi aman, sementara perusahaan energi diwajibkan menyimpan cadangan tersendiri dalam jumlah minimum. Jepang mengalokasikan cadangan minyak strategis lebih dari 500 juta barel. Pengelolaan cadangan dilakukan oleh Japan Oil Gas and Metals National Corporation (JOGMEC), lembaga semi-publik yang bertugas merespons dinamika pasar energi global.

India menjadi contoh menarik dalam manajemen Cadangan Minyak Strategis (CMS) di Asia. India mengembangkan dua fase besar, dengan kapasitas sekitar 39 juta barel yang disimpan di fasilitas bawah tanah di Vishakhapatnam, Mangalore, dan Padur. Fasilitas-fasilitas tersebut dirancang untuk menjamin pasokan selama sekitar 10 hari konsumsi nasional. Yang menarik, India juga menjalin kerja sama dengan Uni Emirat Arab (ADNOC) untuk mengisi sebagian kapasitas Cadangan minyak strategis dengan mekanisme 'shared stock', di mana India tetap memiliki prioritas akses saat krisis.

Sedangkan Korea Selatan memiliki salah satu sistem Cadangan minyak strategis paling modern. Negara ini menyimpan lebih dari 96 juta barel dalam bentuk minyak mentah dan produk turunannya, termasuk LPG dan LNG, menjadikannya pionir dalam pendekatan cadangan multi-energi. Fasilitas Cadangan Minyak strategis dikelola oleh Korea National Oil Corporation (KNOC) dan tersebar secara strategis untuk menjamin distribusi cepat ke seluruh wilayah negara. Selain berfungsi sebagai cadangan nasional, Korsel juga menyewakan sebagian fasilitasnya kepada mitra strategis seperti AS dan Jepang, sehingga Cadangan minyak strategis-nya menjadi aset geopolitik sekaligus sumber pendapatan negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Rekomendasi
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Brough Superior Dagger...
Brough Superior Dagger S, Rolls-Royce Roda Dua Supermewah
Berita Terkini
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Terungkap Alasan Roy...
Terungkap Alasan Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi soal Pasal Penetapan Tersangka
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Optimistis Irjen Wibowo Tingkatkan Pelayanan Korlantas Semakin Modern
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved