Darurat Cadangan Minyak Strategis

Jum'at, 25 Juli 2025 - 23:08 WIB
loading...
Darurat Cadangan Minyak...
Eddy Suprapto, Presidium Masyarakat Profesional untuk Demokrasi. Foto/SindoNews
A A A
Eddy Suprapto
Presidium Masyarakat Profesional untuk Demokrasi

LONCENG darurat cadangan minyak strategis Indonesia telah bergema. Pasalnya, Indonesia saat ini hanya memiliki cadangan operasional konsumsi nasional. Pembangunan infrastuktur Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve atau SPR) tidak bisa ditunda karena memasuki fase darurat. Karena salah satu fungsi penting dari cadangan minyak strategis adalah menjaga stabilitas energi nasional.

Indonesia memasuki usia kemerdekaan 80 tahun bulan depan. Namun prioritas membangun Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve atau SPR) hingga saat ini belum dikerjakan. Narasi kemandirian energi sering menjadi program kerja setiap kabinet pemerintahan, hanya saja dalam pelaksanaanya jauh dari harapan. Pembahasan kemandirian energi selalu juga menjadi agenda rapat antara Pemerintah (Kementrian ESDM) dan Dewan Perwakilan Rakyat, tapi belum menghasilkan apapun, padahal darurat cadangan minyak strategis memasuki fase kedaruratan.

Pasalnya persediaan minyak mentah sebagai instrumen menstabilkan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi nasional saat terjadi krisis energi sudah memasuki fase mengkawatirkan. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di ASEAN yang juga memiliki letak geografis yang strategis hanya memiliki cadangan operasional konsumsi nasional, artinya Indonesia hanya mampu bertahan maksimal beberapa hari saja apabila terjadi kendala atau gangguan pasokan.

Hingga saat ini belum, bahkan tidak ada mekanisme hukum atau kelembagaan yang mengatur penyimpanan minyak sebagai cadangan negara. Saat ini, cadangan minyak strategis hanya bersifat operasional dan dimiliki oleh entitas komersial seperti Pertamina yang mengoperasikan konsumsi harian minyak sebesar 1,6 juta barel, bandingkan dengan Jepang (90 hari), India (45 hari), bahkan Korea Selatan (93 hari).

Ditinjau dari segi ekonomi dan fiskal lebih menarik. Jika terjadi konflik geopolitik menyebabkan harga minyak dunia melonjak dari US$80 menjadi US$150 per barel. Indonesia, yang mengimpor lebih dari 800 ribu barel minyak per hari, akan langsung menghadapi tekanan luar biasa pada APBN. Kenaikan subsidi BBM bisa mencapai IDR350 triliun dalam waktu satu tahun. Situasi ini menunjukkan kedaruratan luar biasa untuk mulai membangun kerangka legal, kelembagaan, dan infrastruktur penyimpanan cadangan energi strategis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Rekomendasi
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Aksi Demo di Gedung...
Aksi Demo di Gedung DPR, Puluhan Mahasiswa Terlibat Aksi Dorong dengan Polisi
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Berita Terkini
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved