Busyro Muqoddas Kritik Sistem Politik, Pembahasan RUU, hingga Jalannya Pemerintahan

Kamis, 10 September 2020 - 08:35 WIB
loading...
Busyro Muqoddas Kritik...
Ketua PP Muhammadiyah bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas mengkritik berbagai hal dalam politik dan pemerintahan yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat luas. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas mengkritik berbagai hal dalam politik dan pemerintahan yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat luas. PP Muhammadiyah meminta semua pihak terutama pemangku kebijakan kembali ke jiwa dan moral konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Kritiknya mulai dari dinasti politik hingga Omnibus Law Cipta Kerja ( Ciptaker ). Dia mengatakan Undang-undang (UU) Pemilihan Umum ( Pemilu ) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) itu menutup rapat tampilnya calon perseorangan atau independen. (Baca juga: Soal RUU Ciptaker, Ibas Ingin Pekerja Lebih Sejahtera dan Dapat Keadilan)

Busyro menceritakan pernah membentuk tim untuk memajukan calon independen di Pilkada Yogyakarta. Namun, keinginan dan timnya sulit terwujud karena syarat dukungannya cukup berat. Dalam UU Nomor 10 Tahun 2016, syarat dukungan berkisar 6,5-10% dari jumlah pemilih.

“Kader-kader parpol yang bersih dan kompeten, juga di luar parpol yang memenuhi untuk dipromosikan itu terhambat karena sistem. Penghambatan calon perseorangan mengalami penguatan. Di saat itu muncul dinasti politik,” ujarnya dalam diskusi “Oligarki Parpol dan Fenomena Calon Tunggal, Rabu (9/9/2020).

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menilai dinasti politik bertentangan dengan esensi hukum, moralitas, UUD 1945, dan Pancasila. Dia juga menyebut dinasti politik bertentangan dengan TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 Tentang Penyelenggara Negara yang Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
GKSR Bakal Buka Komunikasi...
GKSR Bakal Buka Komunikasi ke Pimpinan DPR dan Pemerintah soal RUU Pemilu
Menkum Supratman Sebut...
Menkum Supratman Sebut Belum Ada Urgensi RUU Pemilu Segera Dibahas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Skandal Paman Guncang...
Skandal Paman Guncang Dinasti Politik di Thailand, Ini Analisisnya
Ketum Muhammadiyah Prof...
Ketum Muhammadiyah Prof Haedar Nashir Terpilih Menjadi Tokoh Perbukuan Islam 2025
Rekomendasi
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Berita Terkini
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved