Jokowi Mestinya Batalkan Omnibus Law Kalau Konsisten Prioritaskan Covid-19
Kamis, 10 September 2020 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A
”Kalau itu yang jadi point (kesehatan), kalau sekarang dia konsisten, mestinya dia batalkan omnibus law. Kan omnibus law itu mengambil porsi Covid-19 untuk relaksasi ekonomi, insentif bisnis dan segala macam,” kata aktivis yang juga dikenal ahli filsafat itu.
(Baca: Peserta Pilkada Kumpulkan Massa, Jokowi Tegaskan Protokol Kesehatan Tidak Bisa Ditawar)
Menurut Rocky, inilah inkonsistensi Jokowi. Dia melihat bahwa ada yang tidak beres dari cara berpikir Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahannya. Di satu sisi dia memuji keinginan Jokowi untuk menyelesaikan Covid-19. Sayangnya di sisi lain, Jokowi meminta omnibus law menjadi peralatan utama untuk menyelamatkan ekonomi.
”Jadi kayak dokter bedah. Dia udah bedah dulu perut pasiennya, baru tanya ini sakitnya apa ya? Kan begitu. Saya terus terang tidak mengerti, ya kita tonton saja,” ujar dia.
(Baca: Peserta Pilkada Kumpulkan Massa, Jokowi Tegaskan Protokol Kesehatan Tidak Bisa Ditawar)
Menurut Rocky, inilah inkonsistensi Jokowi. Dia melihat bahwa ada yang tidak beres dari cara berpikir Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahannya. Di satu sisi dia memuji keinginan Jokowi untuk menyelesaikan Covid-19. Sayangnya di sisi lain, Jokowi meminta omnibus law menjadi peralatan utama untuk menyelamatkan ekonomi.
”Jadi kayak dokter bedah. Dia udah bedah dulu perut pasiennya, baru tanya ini sakitnya apa ya? Kan begitu. Saya terus terang tidak mengerti, ya kita tonton saja,” ujar dia.
(muh)
Lihat Juga :