Surabaya Deklarasikan Sekolah Ramah Anak Sejak 2019, Terapkan Pendidikan Karakter dan Anti-Bullying
Senin, 21 Juli 2025 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
Melalui program tersebut, Wali Kota Eri berharap anak-anak diberikan ruang untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi non-akademik seperti seni, olahraga, dan keterampilan lainnya. "Apa pun bakat dan minat anak, mari kita dukung sepenuhnya. Saya sangat berharap orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengeksplorasi hobi dan bakatnya,” kata Wali Kota Eri.
Langkah progresif Kota Surabaya pun mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Nia Nurhasanah, menyampaikan kekagumannya terhadap pelaksanaan MPLS di Surabaya yang dinilainya aman, nyaman, dan menggembirakan bagi siswa.
"Jika di rumah mereka disayangi orang tua, di sekolah baru pun mereka harus merasa sama. Mereka diperhatikan, dihormati, bahkan dimuliakan," tutur Nia saat meninjau kegiatan di TK-KB Bung Karno, Komplek Graha Bunda PAUD, Kota Surabaya.
![Surabaya Deklarasikan]()
Nia menilai sinergi antara sekolah, orang tua, dan Pemkot Surabaya sangat sejalan dengan berbagai program prioritas nasional. Program-program tersebut meliputi Wajib Belajar 13 Tahun, Gerakan 7++ Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), MPLS Ramah, serta Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).
“Ini merupakan sinergi dan kolaborasi luar biasa antara program prioritas kami dengan Pemkot Surabaya,” imbuh Nia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, memastikan bahwa seluruh SD dan SMP baik negeri maupun swasta telah menerapkan prinsip Sekolah Ramah Anak. Ia juga menyebut bahwa masing-masing sekolah diberi keleluasaan untuk berinovasi sesuai dengan karakteristik wilayahnya.
"Sudah diterapkan di semua sekolah, tergantung inovasi apa saja yang dibuat sekolah dan nanti kita evaluasi,” jelas Yusuf.
Langkah progresif Kota Surabaya pun mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Nia Nurhasanah, menyampaikan kekagumannya terhadap pelaksanaan MPLS di Surabaya yang dinilainya aman, nyaman, dan menggembirakan bagi siswa.
"Jika di rumah mereka disayangi orang tua, di sekolah baru pun mereka harus merasa sama. Mereka diperhatikan, dihormati, bahkan dimuliakan," tutur Nia saat meninjau kegiatan di TK-KB Bung Karno, Komplek Graha Bunda PAUD, Kota Surabaya.

Nia menilai sinergi antara sekolah, orang tua, dan Pemkot Surabaya sangat sejalan dengan berbagai program prioritas nasional. Program-program tersebut meliputi Wajib Belajar 13 Tahun, Gerakan 7++ Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), MPLS Ramah, serta Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).
“Ini merupakan sinergi dan kolaborasi luar biasa antara program prioritas kami dengan Pemkot Surabaya,” imbuh Nia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, memastikan bahwa seluruh SD dan SMP baik negeri maupun swasta telah menerapkan prinsip Sekolah Ramah Anak. Ia juga menyebut bahwa masing-masing sekolah diberi keleluasaan untuk berinovasi sesuai dengan karakteristik wilayahnya.
"Sudah diterapkan di semua sekolah, tergantung inovasi apa saja yang dibuat sekolah dan nanti kita evaluasi,” jelas Yusuf.
Lihat Juga :