Paradoks Pembangunan IKN dan Luka Sosial 'Prostitusi'

Rabu, 16 Juli 2025 - 19:06 WIB
loading...
A A A
Misalnya dalam perspektif fungsionalisme, prostitusi dipandang sebagai "fungsi laten" dalam masyarakat, yaitu peran sosial tersembunyi yang membantu menjaga kestabilan sistem sosial. Meskipun dianggap menyimpang, prostitusi dianggap menyediakan “pelampiasan seksual” yang bisa mengurangi ketegangan sosial dan kekerasan seksual, serta menjaga keutuhan rumah tangga bagi sebagian orang. Namun, praktik ini juga menunjukkan bahwa ada ketidakseimbangan dalam institusi sosial seperti keluarga dan ekonomi.

Sementara dalam perspektif konflik, prostitusi dipandang sebagai hasil dari ketimpangan kelas dan eksploitasi ekonomi. Dalam sistem kapitalis, tubuh perempuan menjadi komoditas yang diperjualbelikan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, terutama oleh mereka yang berada di kelas bawah. Perempuan dalam prostitusi sering kali terjebak karena kemiskinan, pendidikan rendah, atau tidak adanya akses pekerjaan layak.

Hal yang sama juga dipahami dalam perspektif feminisme, di mana prostitusi dipahami dalam kerangka dominasi patriarki dan kekerasan berbasis gender. Banyak feminis radikal menganggap prostitusi sebagai bentuk perbudakan modern dan objektifikasi tubuh perempuan.

Sedangkan dalam feminis liberal cenderung membela pilihan perempuan atas tubuhnya sendiri, dan menekankan pentingnya legalisasi untuk melindungi hak pekerja seks. Pada posisi ini ada perdebatan dalam feminism, antara yang melihat prostitusi sebagai penindasan dan yang melihatnya sebagai bentuk agensi.

Sedangkan dalam perspektif struktural-kultural, prostitusi juga bisa dilihat sebagai bagian dari subkultur tertentu yang berkembang karena kondisi struktural seperti urbanisasi, migrasi, dan lemahnya kontrol sosial. Dalam masyarakat dengan norma yang melemah, nilai-nilai pragmatis dan ekonomi dapat mendominasi perilaku, termasuk menjadikan prostitusi sebagai pekerjaan alternatif.

Terkait beberapa perspektif prostitusi di atas, pada umumnya prostitusi tidak pernah berdiri sendiri sebagai tindakan individu. Prostitusi selalu berkelindan dengan struktur ekonomi, relasi kuasa, norma sosial, sistem nilai, dan konstruksi makna dalam masyarakat. Karena itu, solusi terhadap prostitusi tidak cukup dengan pendekatan moral atau hukum semata, tetapi membutuhkan pemahaman struktural dan kebijakan sosial yang adil dan berpihak pada kelompok rentan.

Pembangunan dan Urbanisasi


Sosiolog Emile Durkheim menyebutkan bahwa perubahan sosial yang cepat dapat menyebabkan anomie, yaitu ketiadaan norma yang jelas dalam masyarakat. Dalam konteks IKN, percepatan pembangunan infrastruktur dan perpindahan masif tenaga kerja dari berbagai daerah telah menciptakan lingkungan sosial baru yang belum memiliki sistem nilai dan norma sosial yang mapan. Situasi ini menciptakan ruang sosial abu-abu di mana praktik-praktik menyimpang, seperti prostitusi, lebih mudah tumbuh.

Kedatangan ribuan pekerja laki-laki ke kawasan proyek IKN juga menciptakan pasar potensial bagi praktik prostitusi. Ketidakseimbangan demografis antara laki-laki dan perempuan dalam komunitas kerja proyek, serta keterasingan para pekerja dari kehidupan keluarga mereka, memperkuat kebutuhan akan pelarian emosional dan seksual, yang kemudian dieksploitasi oleh jaringan prostitusi terselubung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ibu Kota Negara di Jakarta...
Ibu Kota Negara di Jakarta Konstitusional, Bagaimana Nasib IKN?
Ketum GIM Dukung Putusan...
Ketum GIM Dukung Putusan MK Tetapkan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Gugatan UU IKN Ditolak...
Gugatan UU IKN Ditolak MK Pertegas Ibu Kota Negara Tetap Jakarta
Presiden Tanda Tangani...
Presiden Tanda Tangani Desain Kawasan Legislatif-Yudikatif IKN, Ditarget Selesai 2027
Gibran Bakal Berkantor...
Gibran Bakal Berkantor di IKN Tahun Ini
Kemenag Bakal Bangun...
Kemenag Bakal Bangun Madrasah di IKN, Butuh Lahan 21 Hektare
Jenderal Sigit Bentuk...
Jenderal Sigit Bentuk Polresta Baru Khusus di IKN, Dijabat AKBP Supriyanto
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Rekomendasi
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
Mohamed Salah Cedera,...
Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Berita Terkini
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved