Paradoks Pembangunan IKN dan Luka Sosial 'Prostitusi'

Rabu, 16 Juli 2025 - 19:06 WIB
loading...
A A A
Dalam perspektif teori konflik ala Karl Marx, prostitusi merupakan bentuk eksploitasi dalam sistem ekonomi kapitalis. Di sekitar kawasan IKN, kelompok-kelompok rentan terutama perempuan dari kelas sosial bawah atau migran ekonomi dari daerah yang tidak mendukung pekerjaan layak terdesak untuk menjadikan tubuhnya sebagai komoditas demi bertahan hidup di tengah biaya hidup yang melonjak dan kesempatan kerja formal yang terbatas. Mereka berada dalam posisi struktural yang dilemahkan oleh kemiskinan, pendidikan rendah, dan kurangnya akses terhadap pelatihan kerja.

Sementara itu, relasi kuasa antara laki-laki sebagai mayoritas konsumen dan perempuan sebagai penyedia jasa seksual menunjukkan adanya ketimpangan gender yang turut memperkuat fenomena prostitusi. Dalam hal ini, prostitusi bukanlah pilihan bebas, melainkan hasil dari struktur sosial-ekonomi yang timpang.

Kontrol Sosial yang Lemah di Wilayah Transisi


Dalam kerangka teori interaksionisme simbolik, prostitusi bisa dipahami melalui proses pelabelan (labeling) dan konstruksi sosial makna. Masyarakat baru yang terbentuk di sekitar IKN masih berada dalam fase transisi nilai. Ketika sistem kontrol sosial, baik formal (hukum dan aparat) maupun informal (norma dan komunitas), belum mapan, maka nilai-nilai sosial mengalami ambiguitas. Praktik prostitusi dapat dilihat sebagai “norma baru” yang tidak secara eksplisit ditolak oleh komunitas karena dianggap sebagai sesuatu yang “sudah biasa” dalam wilayah proyek besar.

Ketidakhadiran lembaga keagamaan, pendidikan, dan keluarga yang berfungsi sebagai agen sosialisasi nilai moral turut memperlemah resistensi sosial terhadap praktik prostitusi. Dalam masyarakat transisi seperti ini, pragmatisme ekonomi sering kali lebih dominan daripada nilai-nilai idealisme sosial.

Tantangan Sosial dalam Pembangunan IKN


Fenomena prostitusi di kawasan pembangunan IKN bukan sekadar permasalahan moral atau penyimpangan individu, melainkan cerminan dari proses struktural yang kompleks, dari urbanisasi yang cepat, ketimpangan ekonomi, relasi kuasa yang timpang, dan lemahnya kontrol sosial dalam masyarakat baru. Untuk menjawab tantangan ini, pendekatan sosiologis sangat penting dalam perumusan kebijakan pembangunan yang berkeadilan sosial.

Pemerintah perlu memastikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia dan institusi sosial. Diperlukan integrasi antara pendekatan ekonomi, budaya, dan sosial untuk menciptakan lingkungan yang sehat, berdaya, dan beretika di IKN. Hal ini agar pembangunan tidak melahirkan bayang-bayang gelap di balik kemegahannya.

Maka itu pemerintah, masyarakat, dan institusi sosial harus membuka mata, bahwa prostitusi di IKN bukan masalah terselubung yang bisa disapu ke bawah karpet kebijakan. Ia nyata, ia hidup, dan ia butuh solusi yang tidak hanya menindak tetapi memulihkan. Butuh pendekatan yang menyentuh akar, dari persoalan pendidikan, pemberdayaan, dan proteksi sosial yang kuat bagi perempuan, anak-anak, dan mereka yang hidup dalam bayang-bayang kerentanan sosial.

IKN boleh berdiri megah, tetapi sejarah akan mencatat bukan hanya pencakar langitnya, melainkan juga bagaimana bangsa ini memperlakukan manusia dalam proses membangunnya. Sebab kota masa depan sejati bukan hanya yang maju secara fisik, tapi yang menjunjung tinggi martabat setiap jiwa yang tinggal di dalamnya dengan suasana keadilan dan kesejahteraan sosialnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ibu Kota Negara di Jakarta...
Ibu Kota Negara di Jakarta Konstitusional, Bagaimana Nasib IKN?
Ketum GIM Dukung Putusan...
Ketum GIM Dukung Putusan MK Tetapkan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Gugatan UU IKN Ditolak...
Gugatan UU IKN Ditolak MK Pertegas Ibu Kota Negara Tetap Jakarta
Presiden Tanda Tangani...
Presiden Tanda Tangani Desain Kawasan Legislatif-Yudikatif IKN, Ditarget Selesai 2027
Gibran Bakal Berkantor...
Gibran Bakal Berkantor di IKN Tahun Ini
Kemenag Bakal Bangun...
Kemenag Bakal Bangun Madrasah di IKN, Butuh Lahan 21 Hektare
Jenderal Sigit Bentuk...
Jenderal Sigit Bentuk Polresta Baru Khusus di IKN, Dijabat AKBP Supriyanto
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Rekomendasi
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Sering Lelah dan Mudah...
Sering Lelah dan Mudah Ngantuk Meski Tidur Cukup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
Berita Terkini
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved