Penulisan Sejarah Nasional dan Integrasi Bangsa

Kamis, 10 Juli 2025 - 06:59 WIB
loading...
Penulisan Sejarah Nasional...
Abdul Haris Fatgehipon. Foto/Istimewa
A A A
Abdul Haris Fatgehipon
Guru Besar Damai dan Resolusi Konflik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ

TIDAK semua negara di dunia memiliki sejarah yang gemilang. Australia memiliki sejarah yang kelam, bangsa pendatang Eropa melakukan genosida terhadap pribumi Aborigin. Begitu juga bangsa pendatang Eropa di Amerika Serikat, melakukan genosida terhadap suku Indian.

Sejarah nasional Australia dan Amerika Serikat tidak menulis genosida yang pernah mereka lakukan terhadap pribumi. Bahkan, orang Eropa, Amerika dan Australia, selalu memposisikan mereka sebagai white supremacy and white savior, ras tertinggi yang menjadi penolong ras yang lain.

Saat saya kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), banyak berteman dengan mahasiswa asal Jepang. Salah satu sahabat saya bernama Nakasima Kenta, mahasiswa dari Universitas Nagoya, yang menjadi mahasiswa tamu di Program Studi Ketahanan Nasional UGM. Nakasima mengatakan dirinya mengetahui Jepang menjajah Indonesia setelah berada di Indonesia.

Baca Juga: PDIP Minta Pemerintah Hentikan Proyek Penulisan Ulang Sejarah

Kurikulum pendidikan di Jepang tidak mengajarkan Jepang sebagi bangsa penjajah, sebaliknya mengajarkan Jepang sebagai bangsa yang heroik, memiliki peradaban masa lalu yang tinggi. Pelajar di Jepang diajarkan Jepang kalah dari Amerika Serikat dalam Perang Dunia II, akibat bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki. Pembelajaran sejarah ini membentuk karakter generasi muda Jepang untuk memiliki nasionalisme yang tinggi agar dapat mengalahkan bangsa besar seperti Amerika Serikat.

Bangsa Jepang tidak tenggelam dalam kesedihan yang panjang selepas kekalahan dalam Perang Dunia II. Mereka bangkit mengembangkan sumber daya manusia. Generasi muda Jepang disekolahkan di berbagai perguruan tinggi luar negeri. Hasilnya mulai tampak pada tahun 1980-an, Jepang berhasil memasarkan produk otomotifnya di Pasar Amerika Serikat. Mobil-mobil Jepang merajai pasar otomotif Amerika Serikat. Penulis sejarah di Jepang membangitkan rasa percaya diri bangsa Jepang yang terpuruk setelah kalah Perang Dunia II untuk bangkit berperang dengan Amerika dalam perang dagang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
Multiverse, Global IR,...
Multiverse, Global IR, dan Tianxia: Membaca Ulang Dunia di Tengah Kesombongan dan Pengulangan Sejarah
Buku Sejarah Indonesia...
Buku Sejarah Indonesia 2025 Penyangga Bangsa di Tengah Hoaks dan Pseudohistori
Jalankan Putusan Menag,...
Jalankan Putusan Menag, UIN Jakarta Resmi Integrasikan SMA/SMK Triguna Hari Ini
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rekomendasi
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliaran
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
Berita Terkini
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved